Karena Perubahan Regulasi, Menjaga Formula 1 Tetap Kompetitif

Karena Perubahan Regulasi, Menjaga Formula 1 Tetap Kompetitif

KabarOto.com - Regulasi balapan Formula 1 selalu berubah-ubah, balapan yang dimulai sejak 1950 ini melahirkan beberapa tim besar dan kecil. Mereka juga memiliki andil dalam melahirkan model mobil balap F1 yang sekarang kalian lihat, dahulu model yang sederhana dengan teknologi keselematan mendukung balapan masa itu.

Nah, demi alasan keselamatan inilah pihak Fédération Internationale de l'Automobile atau Federasi Otomotif Internasional (FIA) melakukan perubahan regulasi di Formula 1. Hal ini untuk membendung perkembangan teknologi mobil F1 yang terlalu jauh, sehingga dikhawatirkan akan membuat jarak antara tim lemah dan tim kuat (dalam arti secara finansial).

Seperti pada 1991-1992 silam, di mana dominasi mobil Williams FW14B yang saat itu sudah mengadopsi gearbox semi-otomatis, kontrol traksi, dan suspensi akti. FW14B menjadi mobil balap berteknologi canggih secara teknis yang pernah balapan di Formula 1. Sayangnya pada saat itu belum ada mobil F1 lain mengadopsi teknologi tersebut, otomatis dominasi tim Williams kala itu tanpa henti dan dianggap terlalu pintar.

Baca juga: McLaren MP4/4, Pemegang Rekor Paling Dominan Selama Satu Musim

Williams FW14B mengadopsi teknologi suspensi aktif

Akhirnya 1994, FIA melarang penggunaan perangkat modern tersebut agar membuat kompetisi F1 menjadi lebih kompetitif. Kemudian pelarangan penggunaan sayap tambahan demi kepentingan aerodinamika, pada 2002 diterapkan pelarangan sayap tambahan. Karena penempatannya dianggap membahayakan pembalap, seperti pada Arrows A22 yang menggunakan spoiler tambahan di moncong hidup mobil balapnya.

Kemudian pada 2005 pola kualifikasi yang semula 2 kali (sabtu dan Minggu) menjadi sekali saja, juga aturan mesin untuk balapan berikutnya diperkenalkan. Regulasi dibuat untuk mengetatkan anggaran tim juga demi alasan keselamatan yang selalu menjadi tema utama FIA dalam membuat regulasi baru.

Selanjutnya mesin juga mengalami ubahan, penggunaan mesin V10/V12 3.500 cc kemudian berubah menjadi V10 3.000 cc dan diperkecil lagi menjadi V8 2.500 cc dan kemudian. Memasuki 2014, regulasi mesin berubah dengan alasan ramah lingkungan maka diterapkan regulasi mesin V6 Hybrid Turbo dengan kapasitas 1.600 cc. Mesin inilah yang kini menjadi jantung pacu mobil-mobil F1.

Pengunaan mesin dengan turbo juga menjadi alasan tersendiri, dahulu sempat dilarang karena dianggap membahayakan. Kini diperbolehkan penggunaannya namun dengan pemangkasan kapasitas mesin dan konfigurasi mesinnya, teknologi hybrid diperbolehkan dengan alasan sesuai dengan tren yang tengah terjadi saat ini.

Baca juga: Desain Mobil Paling Aneh Sepanjang Sejarah Balapan Formula 1

Regulasi sayap belakang model kotak, tidak lagi model tunggal

Alhasil, suara mobil F1 dulu yang melengking kencang kini seperti dikebiri suaranya. Lebih kalem dan tidak lagi terlihat kebengisan dari sebuah kendaraan F1. Belum lagi regulasi baru pada 2022, perihal penggunaan bahan bakar, kandungan bio di bahan bakar E10 kini harus sebesar 10%. Otomatis adanya regulasi baru ini pabrikan mesin berupaya melakukan penyesuaian, walaupun konsekuensinya tenaga mesin mengalami penurunan.

Kemudian regulasi sayap belakang berlaku sejak 2007, seperti pada balapan F1 saat ini penggunaan sayap belakang merupakan hasil perubahan tahun tersebut. Walaupun hingga saat ini berkembang model sayap yang desainnya juga di atur oleh FIA termasuk penggunaan fitur Drag Reduction System (DRS).

2006 menjadi tahun di mana pergantian ban di pit stop saat lomba kembali diberlakukan, kemudian 7 set ban cuaca kering, 4 set ban cuaca hujan dan 3 set ban cuaca ekstrem. Pembalap kemudian diharuskan untuk memilih jenis ban cuaca kering sebelum kualifikasi dimulai. Dan model kualifikasi yang terbagi 2 yakni sesi pertama (Q1) dan kedua (Q2).

Perubahan regulasi 2022, banyak ubahan hampir semua tim

Baca juga: Ini Alasan Honda Masih Tetap Di F1 Bersama Red Bull Racing

Kini regulasi 2022 juga diberlakukan, setelah pada 2020 sudah dihembuskan kemungkinan regulasi tersebut. Tidak tim boleh memasangkan perangkat tambahan di depan sidepod, termasuk beberapa desain untuk sayap belakang dan depan. Lalu mesin tidak boleh dilakukan pengembangan dan harus tetap digunakan hingga musim 2025.

Kemudian penggunaan ban, yang semula 13 inci kini menggunakan ukuran 18 inci. Alasannya penggunaan pelek lebih besar adalah untuk mengurangi gejala defleksi terjadi. Hadirnya regulasi 2022 diklaim untuk membuat balapan tetap kompetitif.

Tetapi secara keseluruhan, perubahan regulasi ini dari tahun ke tahun menjadikan mobil-mobil F1 lebih dinamis dan modern. Teknologi yang digunakan juga bisa menjadi acuan untuk pengembangan mobil-mobil reguler di dunia yang kini dikembangkan oleh para pabrikan otomotif.