Konsumsi Bahan Bakar DFSK Super Cab Tembus 15,8 Kpl, Ini Penjelasannya

Konsumsi Bahan Bakar DFSK Super Cab Tembus 15,8 Kpl, Ini Penjelasannya

KabarOto.com - PT Sokonindo Automobile menawarkan kendaraan DFSK Super Cab yang tangguh juga irit bahan bakar, ini merupakan pilar penting untuk mendukung bisnis para pemilik Super Cab.

Untuk membuktikan kehandalannya, pada Rabu kemarin (22/09) mengundang awak media ke kota Bandung, Jawa Barat untuk menguji sejauh mana kehandalan dari DFSK Super Cab.

Super Cab dengan mesin bensin 4 silinder 1.500 cc, menjadi pilihan untuk mengangkut beban 1 ton. Beban tersebut berupa semen, nantinya digunakan untuk kegiatan sosial renovasi rumah ibadah di Kota Bandung.

Baca juga: Super Cab Dominasi Penjualan DFSK di Kota Kembang

Mengangkut beban 1 ton berupa semen

“DFSK Super Cab dirancang dan diproduksi untuk memenuhi kebutuhan niaga di Indonesia. Pengembangan mobil pikap ini dilakukan dengan mengedepankan ketangguhannya melintasi berbagai kondisi jalanan di Indonesia, sanggup membawa muatan banyak, dan tetap irit BBM," ujar PR & Media Manager PT Sokonindo Automobile, Achmad Rofiqi.

Achmad Rofiqi juga menambahkan, Super Cab bisa memberikan keuntungan bagi pemiliknya. DFSK berharap Super Cab menjadi rekan terbaik para pengusaha. Apalagi Kendaraan-kendaraan komersial yang ditawarkan oleh DFSK bahkan menawarkan kemampuan handal, perawatan mudah, terjangkau, dan sudah pasti memiliki biaya operasional yang ekonomis untuk mendukung bisnis para pemiliknya.

Metode pengujian teknik full to full

Pengujian kali ini menggunakan DFSK Super Cab, diisi beban dan 2 orang penumpang dengan total jarak tempuh mencapai 57 km. Menyusuri jalan di Bandung dan Lembang, dengan medan dan kondisi jalan yang berbeda. Mulai dari jalan berkelok, menanjak, menurun hingga membelah kepadatan lalu lintas di Jl Soekarno Hatta akibat adanya pembangunan fly over.

Pada kondisinya, karena udara Lembang yang dingin serta kota Bandung juga tidak terlalu panas. Mayoritas tidak menyalakan pendingin kabin atau AC. Sebagai informasi tambahan, kinerja kompressor AC saat menyala juga membebani kerja mesin kendaraan.

Baca juga: Ini Strategi DFSK Agar Makin Dikenal di Indonesia

Tutup tangki bahan bakar disegel

Walau sebenarnya, Super Cab dibebani bobot 1 ton dan AC bekerja saja masih sanggup berjalan normal. Informasi tambahan, dari hasil pengujian oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terhadap Super Cab bermesin bensin dengan kondisi normal saja sanggup mencetak 13,59 kpl.

Berdasarkan hasil pengujian di Bandung, dengan menggunakan teknik full to full, tercatat konsumsi BBM DFSK Super Cab menyentuh hasil 15,8 kpl. Tentu hasil ini di luar dugaan, apalagi karakter mengemudi setiap peserta juga berbeda.

“Hasil uji coba efisiensi bahan bakar yang dihasilkan oleh DFSK Super Cab ini tidak berbeda jauh dengan pengujian di daerah lainnya. Ini menunjukan bahwa DFSK Super Cab memang memiliki efisiensi bahan bakar yang tinggi, kendaraan pekerja keras yang bisa diandalkan, namun tetap nyaman bagi penumpangnya,” tutup Achmad Rofiqi.