Menaklukkan Jalan Pegunungan Di Bogor Dengan Vespa

Menaklukkan Jalan Pegunungan di Bogor dengan Vespa Menjajal berbagai varian Vespa di Bogor Jawa Barat.

KabarOto.com - PT Piagio Indonesia mengajak jurnalis otomotif nasional, mencoba motor Vespa yang baru diluncurkan pada pekan lalu, yaitu GTS Super Tech 300. Dalam acara yang bertajuk Vespa GTS Super Tech 300 Riding Experience, perjalanan dimulai dari kawasan Cipete, Jakarta Selatan.

Karena hanya ada 4 unit, maka puluhan jurnalis diberi kesempatan bergantian menjajal motor ini. 4 Jurnalis pertama membawa motor melintasi rute dari Cipete ke Sentul, Jawa Barat. Jarak ditempuh batch pertama sekitar 50 km. Sementara itu, jurnalis lainnya menggunakan Primavera S, GTS 150 dan Sprint S.

Baca Juga: Piaggio Luncurkan Vespa GTS Super Tech 300, Ini Harganya!

Riding di jalan raya Puncak.

Rute yang dilalui adalah, Jalan Raya Fatmawati, TB Simatupang, Lenteng Agung Raya, Jl IR Juana Depok, Jalan Raya Bogor di kawasan Sentul, Jawa Barat. Usai melakukan istirahat, Batch kedua bergantian menggunakan motor GTS Super Tech 300. Jurnalis lainnya bergantian menggunakan Primavera S, GTS 150 dan Sprint S. Perjalan kali ini menuju Puncak Pass dengan rute melewati jalur perdesaan di kawasan Sentul, Jawa Barat hingga tembus ke jalan Gadog, Puncak.

Selama perjalanan, 26 motor Vespa dari berbagai varian menyusuri jalan pedesaan dengan rapi. Motor-motor Vespa yang kami kendarai memberikan performa cukup baik untuk kelas skuter matik. Sebagian besar peserta merasakan ketangguhan motor ini dengan liuk-liuk jalan khas pegunungan.

Perjalanan riding melibas berbagai medan jalan

Suspensi semua motor Vespa yang dicoba mampu melibas berbagai kondisi jalan, mulai dari jalan aspal mulus, jalan rusak, bergelombang bahkan juga polisi tidur yang dibuat melintang di beberapa lokasi jalan.

Tiba kami di jalan raya Gadog, rombongan mulai merasakan jalan yang mulus dengan kondisi menanjak. Mereka secara rapi dan teratur mematuhi aturan selama di jalan, mulai dari tidak menyalip di garis tidak putus di jalan, sampai memberikan kesempatan kepada penyeberang di beberapa lokasi jalan. Di dearah Cipayung, kami pun berhenti sejenak untuk melakukan Solat Jum'at. Usai melakukan ibadah, perjalanan dilanjutkan menelusurii jalan raya Puncak.

Melewati jalur wisata favorit menuju Puncak

Peserta cukup merasakan kelincahan dari motor buatan Italia ini di beberapa titik kemacetan seperti pasa Cisarua. Usai mengakhiri titik kemacetan, peserta pun memutar as dan merasakan ketangguhan motor ini melintas di setiap tanjakan yang berkelok.

Tak ada sedikitpun dari kami yang mengeluhkan tentang menurunnya performa mesin motor ini. Hingga kami tiba di tujuan yaitu di Puncak pas peserta sesekali memuji motor ini.

Usai beristirahat dan makan siang, peserta pun bergegas untuk persiapan menuju Sentul, Jawa Barat. Jalan menurun yang lancar membuat kami semakin merasakan kenyamanan motor ini.

Bodi motor Vespa yang dibuat dengan bahan berkualitas dan pelat yang tebal, membuat motor ini mudah dikendalikan, tidak liar atau lari terbawa angin.

Saya kali ini kebagian menggunakan GTS 150 juga merasakan kelincahannya menyalip mobil dan bus-bus di jalan Puncak.

Vespa GTS Super Tech 300

Hingga kemacetan kembali terjadi di daerah Cisarua dan Megamendung, saya bisa membuka jalan untuk peserta lain yang terjebak dalam kemacetan dibelakang. Sampai di Gadog, kami pun kembali berhenti untuk bertukar motor. Di Gadog, KabarOto diberi kesempatan menjajal motor baru ini. Saat pertama menungganginya, saya pun sudah merasakan kenyamanan dan ketangguhannya.

Baca Juga: Bahan Bakar Dari Sampah Plastik, Pria Ini Naik Vespa Jakarta-Bali

Melintasi jalan tanjakan dan turunan di Gadog ini, GTS Super Tech 300 ini mudah dikendalikan. Tarikan pertama sampai di pertengahan motor ini cukup memberikan tenaga lebih. Bahkan seakan saya tidak mau melepas gas yang saya putar.

Beberapa teman yang mencoba bersama saya kali ini juga merasakan hal sama. Seakan tak bisa melepas gas, karena begitu tangguh dengan tenaga besar.

Tak terasa jarak 10 kilometer sudah saya lalui dengan motor ini. Tak terasa, dan kurang menurut saya. Tapi karena memang waktu yang tidak memungkinkan, saya pun harus merelakan motor ini. Mau tahu bagaimana ulasannya? Tetap pantau KabarOto.