Mobil Jarang Dipakai Akibat WFH, Jangan Copot Kabel Aki!

Mobil Jarang Dipakai Akibat WFH, Jangan Copot Kabel Aki! Menyimpan mobil selama WFH (KO/Edo)

KabarOto.com - Pemerintah Indonesia, saat ini menerapkan sejumlah kebijakan untuk menghentikan penyebaran Virus Corona atau Covid-19. Mulai dari pembatasan jarak (Physical Distancing), pembatasan akses di sejumlah daerah, hingga himbauan untuk berkerja dari rumah (Work Form Home).

Khusus imbauan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH), beberapa perusahaan swasta maupun pemerintah kini telah menerapkannya. Banyak pegawai, yang akhirnya melakukan pekerjaan secara online dari rumah masing-masing.

Baca Juga: Honda Civic Type R Limited Edition, Lebih Fokus Ke Sirkuit

Nah, bila sobat KabarOto merupakan salah satu yang sedang melakukan WFH, pastinya kendaraan andalan yang biasa digunakan sehari-hari untuk menuju kantor, kini lebih banyak berdiam di garasi.

Apalagi bila yang berdomosili di Jakarta, saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memperpanjang masa Tanggap Darurat Covid-19 selama dua pekan, dari yang sebelumnya sampai dengan Minggu 5 April 2020, menjadi Minggu 19 April 2020.

level cairan dan oli mesin mobil
Cek level cairan dan oli di mesin

Adanya kebijakan tersebut, bakal membuat mobil kesayangan sobat bisa lebih lama lagi di garasi. Agar mobil yang lama tak digunakan selalu dalam kondisi prima, ada beberapa hal yang harus dilakukan nih sobat.

Pertama tentunya mencuci mobil terlebih dahulu, agar dalam kondisi bersih. Tak hanya dari luarnya saja, bagian dalam juga menjadi sektor yang harus dalam kondisi bersih, untuk mencegah bertumbuhnya bakteri maupun virus.

Bila telah bersih, selanjutnya sobat KabarOto hanya tinggal rutin memanaskannya. "Sebelum menghidupkan mesin, periksa kapasitas air radiator, oli mesin, oli power steering, serta tali kipas ( fanbelt )," ujar Heri Setiawan dari Young911 autowerks, bengkel perawatan mobil premium.

Lebih lanjut ia mengatakan, idealnya waktu memanaskan mobil dilakukan setiap sehari sekali, dengan durasi minimal 10-15 menit.

jangan melepas kabel aki
Tidak disarankan melepas aki

"Lima menit pertama hidupakan mesin tanpa menyalakan fungsi lainnya," tutur pria yang bermarkas di bilangan HOS Cokroaminoto, Ciledug, Kota Tangerang tersebut.

Selanjutnya, Heri mengatakan lima menit kedua sobat bisa menjalan kan semua fungsi atau fitur. "Seperti AC, lampu2 dan radio, untuk mengetahui dan menjaga agar fitur tersebut dapat berfungsi normal," jelas Heri.

Langkah terakhir, berikan waktu lima menit kembali dengan mematikan semua fungsi dan hanya mesin saja yang dalam kondisi hidup, supaya aki dapat terisi penuh kelistrikannya.

"Jangan lupa isi bensin full jika memungkinkan," ucap Heri. Ia menambahkan, dirinya tidak menyarankan untuk mencopot kepala aki mobil, dengan alasan menghemat daya listrik. Terlebih untuk mobil, yang telah menggunakan sistem komputerisasi.

Baca Juga: Menikmati Karya Akira Nakai Pada Porsche RWB 08

"Kalau mau lepas aki bisa saja, namun hanya untuk mobil yang tidak pakai full Electronic Control Unit (ECU). Kalau mobil yang pakai ECU sebaiknya jangan," ungkap pria yang berpengalaman menangani sport car buatan Jerman, Porsche.

Ia menjelaskan, pencabutan aki pada mobil yang dilengkapi ECU sebaiknya tidak dilakukan, karena sistem komputer di mobil, tetap perlu asupan arus listrik. Efeknya, kerja ECU malah bisa terganggu, sehingga mobil tidak bisa dinyalakan dan harus direset.