Pasang Roof Box Di Mobil? Perhatikan 6 Poin Penting Ini

Pasang Roof Box di Mobil? Perhatikan 6 Poin Penting Ini Kipli/KO/Auto2000

KabarOto.com - Pemasangan roox box di atap mobil pernah memicu perbincangan karena ada yang menilai langkah itu melanggar rancangan teknis kendaraan dan menyalahi peruntukannya. Bertambahnya berat keseluruhan dari roof box turut dianggap mempengaruhi daya angkut kendaraan karena bobot yang bertambah.

Padahal, pemasangan roof box bakal membuat ruang kabin lebih lega lantaran barang bawaan bisa disimpan di situ, termasuk jauh lebih aman ketimbang hanya mengikat barang di atap mobil.

Kepolisian juga sudah memastikan bahwa pemasangan roox box bukan pelanggaran lalu lintas, dengan catatan, ukuran dan dimensinya normal dan wajar. Berikut tips singkat memasang roof box supaya aman dan nyaman ketika mengemudi di jalan.

1. Pastikan Mobil Memiliki Roof Rail

Dibutuhkan roof rail berupa rel membujur tempat memasang roof rack sebagai tempat meletakkan roof box. MPV dan SUV rata-rata sudah memiliki roof rail dengan perhitungan teknis yang matang supaya dapat dipasang roof rack dan roof box di atasnya dengan mudah dan aman.

2. Pasang Roof Rack sebagai Dudukan Roof Box

Roof rack merupakan struktur alas sebagai dudukan roof box. Sobat bisa saja meletakkan barang bawaan langsung di atas roof rack, tapi tidak direkomendasikan karena barang dapat terlepas sehingga berbahaya di jalan.

Baca juga: Whale Perkenalkan Roof Box Untuk Terios-Rush Baru

"Pilih roof rack yang kokoh dan memiliki dudukan yang kuat serta mudah dibongkar-pasang. Termasuk sanggup menopang roof box di atasnya serta ukurannya tidak melewati lebar bodi mobil karena mengganggu secara estetika dan keamanan," ujar Nur Imansyah Tara selaku Aftersales Business Division Head Auto2000.

3. Pilih Roof Box Sesuai Kebutuhan

Sebagai tempat menyimpan barang, pilih roof box sesuai kebutuhan dengan kapasitas yang memadai tapi tidak terlalu besar karena dapat mempengaruhi aerodinamika dan titik keseimbangan mobil.

Pelajari cara memasang roof box pada roof rack dan mekanisme penguncian tutupnya yang benar supaya aman di jalan. "Pelajari pula posisi peletakannya yang pas. Supaya aman, pilih roof box bermerek yang telah memiliki sertifikat keamanan," imbuhnya.

4. Perhitungkan Daya Angkut Maksimal Kendaraan

Setiap kendaraan memiliki daya angkut maksimal untuk menjaga supaya kinerja mobil tetap terjaga optimal di jalan. Karena bukan merupakan komponen kendaraan, roof rack dan roof box harus dikategorikan sebagai barang bawaan.

Baca juga: Porsche Luncurkan Roof Box Aerodinamis, Masih Nempel Meski 200 Kpj

Kurangi daya angkut maksimal dengan berat roof rack dan roof box untuk mendapatkan daya angkut maksimal baru sebagai acuan dalam membawa penumpang dan barang, termasuk barang yang akan dimasukkan ke dalam roof box.

5. Perhatikan Gaya Mengemudi di Jalan

Keberadaan roof box akan mengubah aerodinamika dan center of gravity serta menambah berat keseluruhan mobil. Biasanya mobil akan terasa lebih berat, limbung, dan sulit dikendalikan lantaran perubahan ketiga aspek tersebut.

Lakukan adaptasi saat mulai berjalan, pastikan selalu berkendara secara halus dan tenang serta tidak agresif, apalagi jarak pengereman juga akan bertambah jauh. Ingatlah selalu bahwa di atap mobil ada tambahan roof box yang mewajibkan Sobat KabarOto untuk memperhatikan gaya mengemudi.

6. Hati-hati Portal Gerbang Tol Otomatis

Ukur tinggi maksimal mobil setelah dipasang roof box. Pastikan aman dan dapat melewati portal gerbang tol otomatis (GTO) khusus mobil penumpang. Jika tidak bisa, artinya Sobat wajib melalui GTO tanpa portal.

Termasuk ketika melewati portal yang ada di kawasan wisata dan perumahan. Sebagai pengingat, Sobat KabarOto dapat memasang stiker atau peringatan bahwa mobil membawa roof box yang bisa diletakkan di area kokpit pengemudi.