Penasaran, Ini Teknis Produksi Pelek DnZ Wheels Pako Group

Penasaran, Ini Teknis Produksi Pelek DnZ Wheels Pako Group

KabarOto.com - DnZ Wheels mencoba menyediakan pelek buatan dalam negeri dengan kualitas dan desain yang diklaim setara internasional dan ditawarkan dengan harga sangat terjangkau. Dibanderol Rp 5,8 juta untuk 4 roda, harapannya semua penyuka modifikasi bisa menikmati pelek berkualitas tinggi dengan desain dan harga terbaik.

DnZ Wheels Type One pasarkan desain jari-jari palang 10 yang dirancang agar tetap terlihat celong atau center bore posisinya lebih ke dalam dibanding bibir pelek. Menurutnya, desain tersebut membuat pelek terlihat kekar dan memiliki pembagian bobot seimbang.

Model pertama DnZ Wheels punya diameter 16 inci dan lebar 7 inci. PCD/ lubang baut dibuat untuk mobi-mobil dengan spesifikasi 4x100 dengan et 38 dan finishing berwarna Magnesium Gold.

Bukan tanpa alasan, ukuran tersebut dipilih karena diklaim sesuai untuk banyak mobil penumpang di dalam negeri, seperti Suzuki Ignis, Honda Brio, Toyota Yaris, Nissan March, Datsun GO+, Mazda2, Daihatsu Ayla, Toyota Agya, Honda Jazz, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Pabrik Pelek Terbakar Di Tangerang, Lebih Dari 4 Jam Baru Padam

DnZ Wheels dibuat dengan metode low pressure casting. Pelek tersebut diklaim sudah mendapat standar kualitas seperti SNI (Standar Nasional Indonesia) dan JWL (Japan Light Alloy Wheel) yang merupakan sertifikasi keselamatan untuk mobil penumpang di Jepang. Material, cara proses, hingga uji laik dibilang sama persis seperti pembuatan pelek bawaan Lexus yang juga diproduksi Pako Group.

Pako Group bilang bisa menghasilkan pelek cetak DnZ Wheels mentah setiap 60 detik. Sebelum bisa digunakan, pelek mentah ini harus melalui beberapa tahapan seperti misalnya melubangi PCD dan pentil, proses x-ray untuk melihat struktur dalam pelek, pemanasan, pengecatan, serta pemotongan di mesin CNC untuk mendapatkan model tertentu.

“DnZ Wheels Type One sudah lulus tes fisik seperti impact test, drum test, dan MLT. Selain itu tiap pelek mampu mencapai maximum load 560 kg, sehingga kalau dikali 4 buah, mampu menopang mobil berbobot 2 ton lebih,” kata Marketing Departement Head Pako Group, Yeremia Dwi.