Penasaran? Seperti Ini Gambaran Proses Pembuatan Pelek Mobil

Penasaran? Seperti Ini Gambaran Proses Pembuatan Pelek Mobil Ilustrasi pelek mentah

KabarOto.com - Sobat kabarOto selama ini mungkin bertanya-tanya, sebenarnya bagaimana sih proses pembuatan pelek sebuah mobil? rasa penasaran tersebut, sepertinya bisa sedikit terjawab nih.

Kebetulan sekali, tim National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) dan YouTuber Garasi Drift, diajak melihat langsung ke pabrik pembuatan pelek milik Pako Group yang berada di Karawang Timur, Jawa Barat.

Baca Juga: Cara Mudah Agar Kendaraan Selalu Prima, Cek Bagian Ini!

Proses pembuatan pelek di pabrik Pako Group ini, dilakukan secara efisien, baik untuk produksi pelek alloy maupun steel. Untuk membuat 1 buah pelek alloy dari bahan mentah sampai jadi, dibutuhkan sekurangnya 2 hari pengerjaan.

"Proses yang paling lama adalah pemanasan pelek alloy yang sudah terbentuk, untuk menguatkan struktur dalamnya, karena kurang-lebih dibutuhkan 8 jam untuk benar-benar membuat velg menjadi solid," ujar Yeremia Dwi, selaku Marketing Departement Head Pako Group.

Proses pembuatan pelek

Dengan metode low pressure casting dalam mencetak pelek alloy, pabrik Pako Group bisa menghasilkan pelek cetak mentah setiap 60 detik. Namun, sebelum bisa digunakan, pelek mentah ini harus melalui beberapa tahapan.

Misalnya, melubangi PCD dan pentil, proses x-ray untuk melihat struktur dalam pelek, pemanasan, pengecatan, serta pemotongan di mesin CNC untuk mendapatkan aksen diamond cut finishing.

Proses tersebut, sedikit berbeda dengan pelek steel. Pada produksi pelek steel, bahan baku berupa lempengan besi (koil), dibentuk dengan cara ditekan.

Baca Juga: Honda Civic Type R Limited Edition, Lebih Fokus Ke Sirkuit

Nantinya, secara paralel, lempengan yang membentuk rim (lingkar velg) dan dish (face) dikerjakan dalam lining dan mesin yang berbeda.

Pembuatan pelek steel

Lalu disatukan dengan cara dilas oleh robot, setelah sebelumnya dilihat titik paling seimbang dan ideal untuk pengelasan. Baru selanjutnya dimasukkan ke proses pewarnaan, dengan sistem electro plating agar warna tak mudah pudar dan terkelupas.

"Saat ini kami memproduksi 2 juta pelek per tahun, baik untuk OEM dan aftermarket. Untuk aftermarket kami memang baru fokus 5 tahun belakangan dengan menjual 5 merek yang berbeda," pungkas Yeremia.