Sejarah Toyota Corolla, Selama 55 Tahun Lahirkan 12 Generasi

Sejarah Toyota Corolla, Selama 55 Tahun Lahirkan 12 Generasi Sumber foto : Toyota Global

KabarOto.com – Toyota Corolla sudah mencapai angka penjualan 50 juta unit. Butuh waktu 55 tahun dan 12 generasi untuk membuat rekor penjualan tersebut.

Dalam perjalanannya, Toyota Corolla banyak mengalami perubahan desain dan peningkatan dalam hal teknologi. Setiap generasinya memberikan banyak cerita bagi pemiliknya.

Baca juga: Toyota Fortuner Dengan Body Kit Modellista, Lebih Elegan

Nah, berikut adalah sejarah yang membuat Toyota Corolla menjadi salah satu mobil yang mengikuti perkembangan dalam hal desain dan teknologi.

Toyota Corolla generasi pertama tahun 1969-1970 (E10)

Generasi pertama Toyota Corlola terlahir sederhana, dengan desain yang bersih dan tajam, serta menawarkan visibilitas ke sekeliling yang luas dalam model coupe, sedan 4 pintu, dan wagon 2 pintu. Varian coupe bernama Toyota Corolla Sprinter dengan garis atap semi-fastback yang sedikit lebih rendah.

Kode bodi untuk Toyota Corolla generasi pertama ini adalah E10.

Seluruh varian ini menggunakan mesin 4 silinder berkapasitas 1.077 cc katup pendek yang menggunakan bahan aluminium untuk kepala silinder, intake manifold, penutup katup dan rumah kopling. Roda hanya berdiameter 12 inci, dan satu-satunya transmisi yang ditawarkan adalah manual 4 percepatan. Mesin bertenaga 60 dk ini mampu berakselerasi 0-60 kpj dalam waktu 17 detik.

Dibekali mesin 1.100 cc dengan tiga tipe. Setiap tipe diberi nama kode KE10 untuk Sedan, KE15 untuk Coupe, atau KE16 untuk Wagon.

Di masa-masa akhir dari Corolla generasi pertama pada tahun 1970, Toyota Corolla disematkan facelift dengan mesin 1.200 cc yang diberi kode KE11 untuk Sedan, KE18 untuk Wagon, dan KE17 untuk Sprinter.

Sedan dua pintu ini dibanderol di bawah $ 1.700 atau Rp 24 jutaan, dan di antara fitur standarnya adalah kursi depan yang dapat direbahkan dan tutup tangki bahan bakar yang mengunci.

Generasi Kedua 1971-1974 (E20)

Toyota Corolla generasi kedua tumbuh dalam ukuran, dengan jarak sumbu roda yang sedikit lebih panjang mencapai 2.335 mm, mesin bertenaga 73 dk dan menawarkan transmisi otomatis 2 percepatan.

Berbanding generasi pertama, penyempurnaan dilakukan di suspensi depan dan memakai swaybar agar keseimbangan lebih baik ketika dikendalikan. Suspensi belakang tak ada ubahan.

Dibekali mesin 3K 1.200 cc dengan transmisi 4 percepatan manual dan gunakan kode KE20. Ini adalah Corolla yang didatangkan kali pertama untuk konsumen di Indonesia. Karena dikenal tangguh, digunakan sebagai armada salah satu taksi di Indonesia pada saat itu.

Sebagai tambahan informasi, Corolla generasi 2 dengan kode bodi E20 ini memiliki pilihan mesin yang digunakan. Pilihannya adalah 3K (1200 cc), 3K-B (1200 cc dengan 2 karburator), T (1400 cc), 2T (1600 cc), dan 2T-G (1600 cc DOHC) berkemampuan tinggi.

Generasi 2 inilah diperkenalkan model sport, yakni Toyota Corolla Levin dan Corolla Sprinter Truneo.