STNK Motor Listrik Gesits Aman, Konsumen Tak Perlu Khawatir

STNK Motor Listrik Gesits Aman, Konsumen Tak Perlu Khawatir

KabarOto.com - Sepeda motor listrik Gesits baru saja diperkenalkan oleh PT Gesits Technologies Indo di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019. Harganya terbilang cukup murah yaitu sekitar Rp 24,95 juta. Konsumen yang melakukan pemesanan di ajang IIMS 2019 kemarin, Gesits akan di distribusikan pada Juli 2019 mendatang.

Namun banyak pihak yang menanyakan, bagaimana dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Chief Executive Officer PT Gesits Technologies Indo, Harun Sjech mengatakan jika acuan penetapan penerbitan STNK saat ini sudah ada.

Baca Juga: Melihat Lebih Dekat Gesits, Motor Listrik Buatan Anak Negeri

Gesits sudah memiliki surat lolos uji tipe dari Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (Balai PLJSKB) Kementerian Perhubungan. Surat ini menjadi salah satu acuan penerbitan STNK.

"Surat sudah diterbitkan dari balai tersebut Jumat (3/5), acuan untuk menetapkan harga on the road Gesits sudah ada, konsumen tidak perlu khawatir lah," ujar Harun saat di temui KabarOto.com di booth Gesits beberapa waktu lalu.

Penerbitan tanda lolos uji itu juga menjadi acuan berapa kapasitas baterai yang diusung Gesits berikut tenaga yang dihasilkan. Jika dikonversi ke motor konvensional, besaran daya baterai maupun motor listrik yang digunakan Gesits itu setara dengan skutik konvensional 125 cc.

"Kalau dihitung 2,5% untuk pajak tahunan sekitar Rp 50.000 saja, lebih murah. Ga perlu ganti oli, pengecasan baterai mudah bisa dicolok di rumah, di kantor di mana saja. bahkan bisa dilepas untuk ngecas. Ini yang perlu diketahui oleh masyarakat. Baterainya jika diisi penuh bisa digunakan menempuh jarak hingga 50 kilometer," terangnya penuh keyakinan.

Baca Juga: Motor Listrik Gesits Sudah Bisa Dipesan, Ini Harganya

Harun juga meyakinkan, menggunakan motor ini lingkungan menjadi bersih, selain itu desain dan tampilan yang bergaya tak laha dengan motor sejenis yang mengusung mesin pembakaran internal. Kedua, biaya operasional yang lebih murah dibanding motor konvensional itu.

"Kita sedang berjuang untuk meyakinkan masyarakat dengan motor buatan lokal, saya menggandeng beberapa BUMN agar negara untung dan banyak manfaatnya," tambah Harun.