Test Drive BMW 740Li Pure Opulence - Kenyamanan Kasta Tertinggi Sedan Mewah Bavaria

Test Drive BMW 740Li Pure Opulence - Kenyamanan Kasta Tertinggi Sedan Mewah Bavaria Foto: Kipli

KabarOto.com - BMW Seri 7 sejak dahulu dikenal dengan kasta yang paling tinggi di silsilah keluarganya, tak heran, mulai dari dimensi dan fitur-fiturnya dibuat lebih mewah dan komplet dibandingkan seri 3 dan 5.

Predikat yang melekat pada BMW Seri 7 adalah mobil para petinggi. Selain karena fiturnya yang lengkap, memang harganya juga dibanderol paling tinggi diantara varian lainnya. KabarOto mencoba membuktikannya sendiri setelah bersama BMW 740Li Pure Opulence selama beberapa hari.

Seri 7 terbaru dari BMW Indonesia ini memang langsung terlihat menarik meski hanya sekilas mata memandang eksteriornya. Perhatian dipaksa tertuju pada kidney grille yang berdimensi besar, pelek alloy W-spoke style 646 yang menggunakan finishing high-gloss berukuran 20 inci dan warna glacier silver metallic.

BMW Indonesia mengeluarkan 2 tipe untuk mobil ini, selain tipe Pure Opulence yang KabarOto jajal, adapun tipe 730Li M Sport yang tampil lebih sporty dengan penggunaan M Sport package dan pelek light-alloy star-spoke 817 M berukuran 20 inci dengan finishing bi-colour.

Baca Juga: Test Drive MINI John Cooper Works Countryman 2020 - MINI Tercepat Saat Ini

Mulai beranjak ke kabin, beragam fitur siap menyambut pemilik sejak baru merapat ke pintu mobil. Ambience light langsung menyala menyambut pemilik bersamaan dengan layar infotaintment-nya.

Menjajal BMW Seri 7 haram hukumnya jika tak menduduki kursi bos alias bagian belakang sebelah kiri. Impresi awal saat memasuki kabin tersebut, karpet beludrunya saja sudah memenuhi syarat halus dan tebal untuk bisa disebut mobil mewah. Leg room dan head room terasa cukup lega bahkan bagi penumpang dengan tinggi badan 188cm.

Ragam fitur pun ditawarkan di bagian jok belakang seperti tablet yang tersedia di arm rest yang juga memiliki cup holder. Adapun kursi pemanas dan pendingin yang bisa diatur pada keempat joknya lewat tombol, begitu pula fitur pemijat yang bisa diatur tingkat kekuatannya pada kedua jok penumpang di belakang.

Makin terasa eksklusif ketika menekan tombol untuk melipat kursi penumpang depan, sandaran kaki akan terbuka dan posisi penumpang belakang bagian kiri makin rileks bersandar. Bagian door trim-nya pun tersedia semacam kantung kecil yang bisa ditekan menjadi semacam ashtray.

Baca Juga: Test Drive BMW 530i M Sport CKD - Serba Nyaman Dengan Paket M Sport