Truk Dengan Muatan Banyak Lebih Laris Di Indonesia

Truk dengan Muatan Banyak Lebih Laris di Indonesia Truk yangberlebih ukuran serta muatan

KabarOto.com - Dalam memilih kendaraannya, perusahaan penyedia transportasi barang berfikir bagaimana operasional truk berfungsi sebagai barang modal, digunakan untuk mencari uang dan memberi keuntungan yang sebesar-besarnya.

Truk yang dipilih berdasarkan kebutuhan, dapat memuat banyak barang, tanpa diperhatikan spesifikasi canggih dan modern untuk kenyamanan dan keselamatan. Dengan kata lain, kendaraan yang bisa memuat banyak barang, laris di Indonesia

Ini terjadi di negara berkembang seperti Indonesia. Sementara di negara maju, spesifikasi menjadi hal yang penting, untuk kepentingan bisnis.

Baca Juga: Implementasi Emisi Euro 4 Ditunda, Isuzu Atur Peluncuran MU-X Dan Traga

"Kebutuhan pasar di negara berkembang, masih berfikir biaya operasional dan penuh perhitungan," jelas General Manager Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Attias Asril. Perhitungan yang dimaksud, truk harus irit dan biaya transportasi, di mana pengusaha truk bisa mendapatkan pendapatan besar.

Berkaitan dengan hal itu, saat ini Indonesia masih dihadapkan dengan situasi pasar, pengusaha transportasi pengangkutan membawa barang banyak. Melebihi kapasitas yang sudah ditentukan atau dengan kata lain Over Load Over Dimension (ODOL).

"Awal tahun 2000 principal kami terus terang bingung, menghadapi situasi pasar ini," terang Asril dalam dikusi viryal bersama media, Jum'at (13/11).

Di negara maju sudah tidak dikenal lagi overload, sementara di Indonesia untuk bisa bersaing, memerlukan truk yang kuat terutama di sasis dan kaki-kaki.

"Karena situasi Over Load itu masih terjadi," tambahnya.

Namun, Kementerian Perhubungan, menurut dia, sudah gencar memerangi ODOL. Banyak pengusaha besar dengan sadar dan sukarela menyesuaikan kembali dimensi kedaraannya.

Baca Juga: Bosch Tawarkan Solusi Bagi Pabrikan Otomotif Tetap Produksi Di Masa Pandemik

Sebenarnya, menurut dia, jika dilihat perspektif untung rugi customer, secara kasat mata, tidak membawa barang lebih memang akan menurunkan income. Namun, untuk jangka panjang tetap akan menghemat biaya perawatan kendaraan dan memperpanjang umur.