Wujud Kontribusi Isuzu Mendorong Ekonomi Indonesia

Wujud Kontribusi Isuzu Mendorong Ekonomi Indonesia

KabarOto.com – Keikutsertaan PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) di gelaran dua tahunan Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2020, 5-8 Maret, mengusung kesiapan Pemerintah Indonesia dalam pengimplementasian Standar Emisi Euro 4 untuk kendaraan bermesin diesel.

Implementasi kendaraan yang ramah lingkungan tersebut sebelumnya sudah tertuang melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O atau yang lebih dikenal dengan Standar Emisi Euro 4.

Adapun Standar Emisi Euro 4 untuk kendaraan bermesin diesel, sedianya akan diterapkan mulai 7 April 2021. Sementara itu, diklaim bahwa IAMI sudah menerapkan kendaraan niaga dengan Standar Emisi Euro 4 di Isuzu Traga. Apalagi Isuzu diperkuat penggunaan mesin berteknologi Common Rail sejak tahun 2011 yang memang sudah berstandar Euro 4.

Baca juga: Produk Isuzu Siap Dukung Pemerintah Terapkan EURO 4



Kesiapan IAMI ini sebagai bagian kontribusi dalam perekonomian Indonesia yang lebih maju lagi. Apalagi Euro 4 ini diakui Tonton Eko, selaku GM Product Development PT IAMI, sudah diterapkan beberapa tahun lalu di negara-negara Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).

Adapun Indonesia yang merupakan bagian dari ASEAN juga terlibat dalam “ASEAN Fuel Economy Roadmap for the Transport Sector 2018-2025: with Focus on Light-Duty Vehicles”. Menempatkan komitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan untuk meningkatkan kemampuan teknologi dan inovasi industri otomotif, dengan membuat inisiatif kebijakan mendorong peningkatan industri.

Di seluruh dunia saat ini di mana sebagian besar ekonomi utama telah memperkenalkan target penghematan bahan bakar untuk pasar mereka. Kebijakan tersebut yang memerhatikan efisiensi bahan bakar juga memperkuat kemungkinan melakukan ekspor kendaraan lebih luas di kawasan ASEAN. Tentu hal ini meningkatkan daya saing dengan pasar global.

Beberapa negara anggota ASEAN sudah mengambil tindakan terhadap penghematan bahan bakar. Singapura, Thailand dan Vietnam lebih dahulu memperkenalkan skema pelabelan ekonomi bahan bakar wajib untuk kendaraan penumpang ringan. Di Indonesia, label tersebut bersifat sukarela dan belum distandarisasi, sementara Brunei Darussalam, Malaysia dan Filipina berencana untuk memperkenalkan label bahan bakar ekonomis.

Harmoko Setyawan, Head Department Prototype and Test Department PT IAMI, menyatakan, “"Prinsipnya Isuzu akan selalu mengikuti peraturan yang dikeluarkan pemerintah baik ambang batas gas buang maupun bahan bakar nabati. Jadi kita akan selalu ikut dengan regulasi pemerintah."

Baca juga: Sebagai Bentuk Komitmen Larangan, Kemenhub Potong Truk ODOL

Tak ketinggalan di pameran selama empat hari di Jakarta Convention Center (JCC), IAMI juga menyinggung penanganan Over Load Over Dimension (ODOL) yang seharusnya sudah diterapkan tahun 2021, namun sayangnya diundur hingga 1 Januari 2023. Padahal efek dari truk ODOL itu sudah terlihat secara nyata dengan bahaya yang ditimbulkan memakan korban jiwa, termasuk infrastruktur akibat truk ODOL tak dapat berumur panjang.

Persaingan tarif logistik dan meraup untung banyak menjadi latar truk ODOL merajalela di Indonesia. Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Prasarana Transportasi Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Mohamad Risal Wasal, (7/3), ketika berbincang dengan jurnalis di GIICOMVEC 2020.

“Adanya alasan tersebut membuat pelaku usaha logistik melebihi jumlah berat yang diizinkan (JBI) dengan membuat truk mereka ODOL yakni pengangkutan menggunakan kendaraan yang tidak sesuai,” ujar Risal.

Dirinya sudah memastikan, meski penetapan larangan ODOL diundur, pemerintah sudah memulai roadmaps dengan melakukan penyempurnaan dan melakukan sosialisasi kepada para pengusaha logistik. Bahkan di ruas tol Tanjung Priok hingga Bandung pada 9 Maret nanti truk ODOL dilarang melintas.