Afi Motor, Utamakan Hubungan Baik Dengan Pelanggan

Alif Sowandono
Alif Sowandono 26 Sep 2015 - 01:33
Afi Motor, Utamakan Hubungan Baik Dengan Pelanggan
Afi Motor (foto: Bimo Hariyadi/KabarOto)

Ditengah menjamurnya bisnis otomotif membuat beberapa bengkel bersaing untuk mendapatkan customer. Tak sedikit pula yang gulung tikar karena sulit bersaing. Ditengah persaingan itu, Afi motor tidak takut menghadapinya. Yang paling utama adalah menjaga hubungan baik dengan pelanggan dan memberikan service yang terbaik  bagi para pelanggannya.

Pelayanan panggilan pun kerap dilakukan untuk menjaga pelanggannya. Sehingga untuk merawat mobilnya pelanggan hanya menelepon Afi motor dan montir Afi akan datang kerumah pelanggannya itu. "Tapi kalau bengkel lagi rame kita pending dulu jadwalnya dan di jadwal ulang," terang Sapto Saputro pemilik Afi motor bengkel mobil yang berada di Pusat Aksesoris dan Onderdil Pondok Cabe ini.

Afi motor berdiri atas insiatif Sapto. Bekerja dengan orang lain di bengkel dirasakan lelah dan banyak aturan yang mengikat. Hal ini yang membuat ia membuka bengkel sendiri dan dimulai dengan bekerja sendiri. "Dulu tahun 2006 saya kerja sendiri ada si yang bantu. Ya dari mulut kemulut juga pertama. Pas sudah puas dengan apa yang saya kerjakan akhir ya mereka datang lagi dengan orang lain dan begitu seterusnya," papar pria ramah ini.

Pelanggan yang datang tak hanya dari daerah Tanggerang Selatan dan Tanggerang saja. Depok, Bekasi, Bogor kadang selalu datang untuk sekedar menservice atau mencat kendaraannya.

"Dulu kita kan cuma engine aja waktu pertama berdiri, cuma seiring kebutuhan kita melebar ke body repair, elektrik, ac, asesoris dan semuanya bisa kita kerjakan  lah," paparnya.

Malah Afi sering mendapat klien lemparan dari bengkel resmi. "Kadang pelanggan saya kalau dia udah ke bengkel resmi tapi harganya ga masuk lari ke saya. Saya bisa akalin dan cari onderdil lah ketengan alhamdulillah si gampang aja carinya dan cukup murah," papar Sapto.

Ketika ditanya apa yang menjadi pendukung bengkelnyaa tetap hidup dam laris sampai sekarang? Menurutnya kunci suksesnya adalah laryawan. "Karyawan diibaratkan sebagai kunci, itu sangat perlu dan harus diperhatikan. Pelanggan juga harus dijaga dengan pelayanan dan kejujuran," tambahnya.

Kejujuran yang dimaksud disini adalah soal penggantian onderdil, jika onderdil itu masih bisa dipakai Afi tidak akan menggantinya. "Kalau masih bisa dipake ya kita pake lagi, kalao diganti ya harus diganti kalau keuangan pelanggan tipis kita cari barang yang sesuai dengan harga yang tipis juga. Pokoknya sesuai dengan yang pelanggan mau deh," paparnya.

Baca juga: