Akio Toyoda Tidak Suka Dengan Transisi Kendaraan Listrik

Akio Toyoda Tidak Suka dengan Transisi Kendaraan Listrik

KabarOto.com – Perkembangan dunia otomotif memang begitu cepat, masa depannya sudah mulai bisa dirasa akan jadi zaman mobil listrik. Orang-orang diperkirakan meninggalkan kendaraan berbahan bakar BBM beberapa dekade kedepan.

Namun bagi sebagian orang kurang setuju jika masa depan kendaraan semua menggunakam listrik. Tak terkecuali Akio Toyoda, selaku Presiden Toyota Motor Corporation. Menurutnya transisi dari mobil berbahan bakar BBM ke EV terlalu cepat, ini justru akan berdampak buruk bagi industri mobil.

Menurut Akio, Jepang akan kehabisan listrik pada musim panas apabila semua mobil menggunakan tenaga listrik. Infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung kendaraan EV menelan biaya sekitar US$ 135 hingga 358 miliar perkiraannya.

Baca Juga : Grab Akan Gunakan 26.000 Kendaraan Listrik Di Indonesia

Serta perlu diingat, bahwa sebagian besar listrik negara dihasilkan dari pembakaran batu bara dan gas alam, jadi tidak serta merta menggunakan kendaraan EV membantu lingkungan. Karena sumber bahan bakarnya sendiri sudah cukup membuat polusi.

“Semakin banyak EV yang kita buat, semakin buruk karbon dioksida. Ketika politisi di luar sana berkata, 'Mari kita singkirkan semua mobil yang menggunakan bensin,' apakah mereka memahami ini?” ujar cucu Kiichiro Toyoda tersebut.

Baca Juga : Apa Itu Drag Reduction System (DRS) Di Formula 1?

Pernyataan itu muncul hanya beberapa minggu setelah pemerintah Jepang merencana untuk melarang penjualan mobil berbahan bakar bensin mulai tahun 2035. Sama halnya seperti langkah yang dilakukan oleh pemerintah Inggris dan negara bagian California baru-baru ini.

Namun meskipun begitu, Toyota sudah berencana untuk menginvestasi besar senilai US$ 13 juta atau Rp 182 triliun dalam pengembangan mobil listrik, karena selama sepuluh tahun ke depan perusahaan menargetkan penjualan 4,5 juta mobil hibrida, dan satu juta EV setahun pada tahun 2030 atau lebih cepat.