Begini Kata Toyota Soal Target C-HR Hybrid

Begini Kata Toyota Soal Target C-HR Hybrid Toyota C-HR Hybrid (KO/Edo)

KabarOto.com - Dalam rangka mendukung pelestarian lingkungan, dan menciptakan lingkungan yang lebih hijau serta bebas polusi. Tepat di hari bumi yang jatuh pada Senin, (22/04/2019), PT Toyota Astra Motor sebagai agen pemegang merek (APM) Toyota di Indonesia meluncurkan C-HR Hybrid.

Mobil yang masuk kedalam segmen sport utility vechicle (SUV) compact tersebut, diklaim memiliki tingkat konsumsi bahan bakar yang sangat efisien, serta gas buang yang ramah lingkungan.

Baca Juga: Tepat Di Hari Bumi, Toyota Luncurkan C-HR Hybrid

Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT TAM mengatakan, bahwa kehadiran C-HR ini merupakan perwujudan dari komitmen Toyota untuk terus menghadirkan produk-produk yang lebih ramah lingkungan dengan teknologi elektrik.

"Sebenarnya elektrifikasi sudah dilakukan Toyota sejak 10 tahun yang lalu di Indonesia. Awalnya kami hadir dengan Prius, lalu 2012 muncul Camry Hybrid dan di 2015 Aplhard Hybrid," kata Anton di sela peluncuran C-HR Hybrid di kawasan Senayan.

Interior C-HR Hybrid

Lebih lanjut Anton mengatakan bahwa seiring berjalannya waktu, permintaan kendaraan Hybrid di Indonesia terus mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari jumlah permintaan yang lebih dari 10 persen.

"Dahulu permintaanya masih berada di antara tujuh hingga delapan persen. Namun sekarang permintaannya sudah di atas 12 persen," terang Anton saat ditemui KabarOto.

Meski permintaanya mengalami kenaikan, namun Anton mengakui bahwa pangsa pasar Hybrid di Indonesia masih kecil atau memiliki segmen sendiri, di banding model lainnya. "Hingga saat ini, sejak awal kemunculannya di Indonesia, total penjualan mobil Hybrid Toyota menyentuh angka 1.800 unit," ungkap Anton.

C-HR Hybrid yang ramah lingkungan

Dari data tersebut, dengan kemunculan C-HR Hybrid saat ini, Anton tidak mematok target tinggi terhadap penjualan mobil bertenaga mesin bensin konvensional dan motor listrik tersebut. "kami targetkan penjualan C-HR Hybrid di angka 40 unit perbulan, karena memang pasarnya belum terlalu besar," jelas Anton.

Baca Juga: Jadi Pemilik Pertama, Ini Kata Rio Haryanto Mengenai C-HR Hybrid

Namun Anton mengaku bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah agar C-HR Hybrid menjadi lebih populer di masyarakat Indonesia.

"Kami mengarahkan konsumen yang akan membeli C-HR untuk memilih versi Hybrid. Seperti Rio Haryanto, awalnya ingin membeli C-HR bensin namun akhirnya memilih versi hybrid," kata Anton.

Selisih harga yang dipatok oleh TAM antara C-HR bermesin konvensional dengan Hybrid pun dinilai menjadi salah satu strategi. Dengan selisih harga 'hanya' sebesar Rp 30 juta, konsumen sudah dapat memiliki C-HR Hybrid yang dijual secara on the road Rp 523 juta.