Cegah Kejadian Terulang, Jasa Marga Imbau Pengusaha Logistik Kelayakan Kendaraan

Cegah Kejadian Terulang, Jasa Marga Imbau Pengusaha Logistik Kelayakan Kendaraan Ilustrasi truk

KabarOto.com - Kecelakaan yang melibatkan truk bermuatan berlebih dan beroperasi dalam kondisi tak layak kembali terjadi. Kali ini, sebuah truk kontainer bernomor polisi B 9766 UO lepas kendali di rest area KM 97 jalan Tol Cipularang, Purwakarta, dan menghantam 7 mobil lainnya akibat rem blong.

Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru sangat menyayangkan kecelakaan kendaraan Non Golongan I akibat rem blong atau tidak layaknya kendaraan kembali terjadi.

Baca Juga: Menperin Tak Setuju Pembatasan Truk ODOL, Ini Tanggapan Kemenhub

"Sebanyak 46% kasus kecelakaan di Jalan Tol Jasa Marga melibatkan kendaraan Non Golongan I. Padahal, persentase kendaraan Non Golongan I hanya sekitar 8% dari jumlah keseluruhan kendaraan yang melintas di jalan tol Jasa Marga," kata Heru.

Kendaraan yang terkena dampak (Zefanya)

Untuk itu, Heru dengan tegas mengimbau seluruh pengguna jalan terutama dalam hal ini adalah pengusaha logistik, dapat memastikan kelayakan kendaraan sebelum memulai perjalanan.

Selain itu, perusahaan diharap dapat menyeleksi secara ketat para pengemudi, untuk memenuhi aturan dalam berlalu lintas termasuk mengecek surat-surat yang masih berlaku.

"Kendaraan yang tidak layak operasi, dan ditambah lagi dikendarai oleh pengendara yang tidak memenuhi syarat berkendara, akan berakibat fatal dalam perjalanan dan merugikan pengguna jalan lainnya seperti yang terjadi kemarin," pungkas Heru.

Proses evakuasi truk

Menanggapi kecelakaan tunggal Rest Area Km 97 Jalan Tol Cipularang tersebut, Road Safety Consultant dari Jasa Marga Safety Driving Academy Eko Reksodipuro mengatakan, tidak layaknya kendaraan dapat terlihat juga dari sisi kontainer bagian depan.

Baca Juga: Jasa Marga Tertibkan Truk ODOL Di Tol Surabaya-Mojokerto

"Dapat terlihat dari video CCTV yang tersebar di masyarakat, kontainer bagian depan tidak terkunci dengan baik. Karena selain overload, yang berbahaya juga adalah unstable load seperti truk tangki yang tidak penuh isinya, kontainer yang muatannya bisa begerak hingga kunci pengaman kontainer di trailer tidak terpasang baik," jelas Eko.