CEO Porsche Curhat Soal Strategi Perusahaan Di Tengah Pandemik Covid-19

CEO Porsche Curhat Soal Strategi Perusahaan di Tengah Pandemik Covid-19

KabarOto.com – Di tengah pandemik Covid-19 para produsen mobil berpikir keras untuk tetap bisa eksis dengan meluncurkan produk baru dan menjual mobilnya, salah satunya adalah Porsche.

Melalui CEO Porsche, Oliver Blume mengungkapkan strategi, fokus, dan optimisme Porsche dalam menghadapi krisis akibat pandemi Covid-19. Dirinya mengatakan bahwa telah meningkatkan respon yang kuat dalam tim.

“Kami mengatasi krisis bersama dengan langkah-langkah kesehatan dan keselamatan, fokus bisnis, dan komunikasi digital kami. Kami selalu memperhatikan pelanggan, yang pada akhirnya ini tentang mereka dan kami ingin mewujudkan mimpi mereka,” jelas Blume.

Blume menambahkan bahwa masa pandemi merupakan peluang, sehingga mampu membuat keputusan strategis, baik untuk perusahaan dan produknya seperti Porsche 911, Cayenne Coupe, dan Taycan full-electric.

Baca Juga : Peugeot 205 GTi Yang Legendaris Bakal Diproduksi Kembali

Berfokus pada hal-hal penting, Porsche melakukan upaya intensif untuk struktur biaya, dan menggunakan waktu untuk mengembangkan strategi, proses, dan produk.

Selain itu, pabrikan asal Jerman ini memanfaatkan sektor digital dengan lebih baik dari sebelumnya, termasuk untuk pekerjaan internal perusahaan dan pelanggan. Meskipun begitu, Blume mengakui pengalaman digital tidaj terlalu mengunggah emosi konsumen.

“Dalam hal ini, yang hilang adalah sentuhan pribadi. Kesimpulannya, saya tetap optimis meskipun opsi digital membuat hidup lebih fleksibel, tapi kontak langsung dengan pelanggan tetap penting,” ungkap Blume.

Baca Juga : Ineos Resmi Gandeng Bridgestone Untuk Mobil Grenadier

Sejak wabah pandemi, Porsche sudah minimalisir kontak langsung. Karyawan dapat melakukan sebagian besar pekerjaan dari jarak jauh sejak hari pertama lockdown.

Pekerjaan di pabrik pun dilakukan sedapat mungkin. Ketika jumlah kekurangan rantai pasokan global terus bertambah, perusahaan akhirnya harus menghentikan produksi selama enam minggu.

Ketika disinggung mengenai fokus dan peluang Porsche di industri otomotif, Blume mengungkapkan bahwa pihaknya akan berfokus pada pasar mobil listrik. Menurutnya, elektromobilitas adalah peluang besar bagi Porsche.

"Menciptakan Taycan full-electric adalah pekerjaan yang sulit, itu tantangan besar, tapi kami juga belajar banyak. Sangat memotivasi tim kami untuk melihat seberapa baik mobil diterima," pungkas Blume.