Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Indonesia Bisa Jadi Pemain Kendaraan Listrik Terbesar, Asal Jalani 3 Faktor Ini

Benny Suryakusumah
Benny Suryakusumah
Senin, 27 Februari 2023
Indonesia Bisa Jadi Pemain Kendaraan Listrik Terbesar, Asal Jalani 3 Faktor Ini

Motor listrik dengan harga terjangkau mulai dipasarkan di Indonesia (Foto: KabarOto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Pemerintah Indonesia saat ini terus mendorong pabrikan mobil dan motor untuk terus mengembangkan kendaraan listrik. Industri ini bisa menjadi pemain kendaraan listrik terbesar di Indonesia.

Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko mengatakan, tiga faktor utama yang harus dijalani Indonesia agar bisa menguasai dan mampu bersaing.

Baca Juga: Profil MG4 EV, Mobil Listrik Yang Masih Terbatas Di Indonesia

"Persoalan utama kendaraan listrik adalah baterai dan dinamo. Fokus baterai jelas pada kekuatan jarak tempuh, durasi pengisian daya, bobot, dan keamanan," terang Moeldoko, di IIMS 2023, belum lama ini.

deretan motor listrik yang dijual di Indonesia (Foto: KabarOto)

Menurutnya, siapa yang bisa menciptakan baterai tipis, kuat untuk jarak jauh, pengisian daya cepat, dan aman meski terendam air, dia akan memegang peranan.

Seluruh komponen yang ada pada kendaraan listrik ada di Indonesia, sehingga negara ini menurut mantan Panglima TNI itu, memiliki ekosistem industri kendaraan masa depan.

Faktor pertama Nikel, tembaga, timah dan semua komponen yang dibutuhkan kendaraan listrik ada di Indonesia, bisa dimanfaatkan dengan baik. Selanjutnya faktor kedua adalah menciptakan harga yang terjangkau. Kemampuan untuk berkompetisi dari sisi harga sangat tergantung dari mekanisme impor komponen, salah satunya baterai.

DFSK Gelora E, mobil listrik rakitan lokal (Foto: KabarOto)

"Sepanjang masih impor baterai, maka harga kita sangat tergantung dari produsen dan mata uang. Ini jelas mempengaruhi harga produksi. Oleh karena itu, Indonesia harus bisa memproduksi komponen penting EV sendiri," tambah Moeldoko.

Kemudian faktor ketiga, populasi pengguna atau pasar yang sangat besar. Karena negara-negara di dunia saat ini sudah persiapkan untuk membangun ekosistem kendaraan listrik.

Baca Juga: Profil Esemka Bima EV, Mobil Listrik Tiongkok Jadi Mobil Nasional

"Di negara kita, pengguna sepeda motor saja berada pada angka tujuh jutaan orang dalam satu tahun. Bayangkan kalau jumlah itu bermigrasi ke motor listrik. Pasti industri akan cepat bertumbuh," tandas Moeldoko.

Tags:

#Konversi Motor Listrik #Subsidi Motor Listrik
Google
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang

Bimo Hariyadi

Lulusan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta yang memiliki pengalaman di bidang jurnalistik. Karier dimulai sebagai jurnalis dengan fokus pada peliputan, riset, verifikasi data, serta penyusunan berita yang akurat, berimbang, dan sesuai kaidah jurnalistik. Saat ini aktif sebagai penulis otomotif, menghasilkan berbagai artikel, ulasan kendaraan, berita industri, serta konten informatif yang mengedepankan akurasi data dan kemudahan dipahami oleh pembaca. Pengalaman di dunia jurnalistik menjadi fondasi dalam menyajikan informasi yang kredibel dan relevan. Menguasai pengelolaan media sosial, mulai dari perencanaan konten, penulisan caption, hingga penyesuaian strategi komunikasi di berbagai platform digital. Kemampuan itu didukung oleh pemahaman terhadap tren media digital dan kebutuhan audiens, sehingga mampu menghasilkan konten yang informatif, menarik, dan memiliki nilai kuat.
Show More
Follow Me

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan