Ini Indikasi Rem Cakram Minta 'Jajan'

Kipli
Kipli 11 Apr 2018 - 07:30
Ini Indikasi Rem Cakram Minta 'Jajan'
Cara tahu piringan cakram sudah waktunya ganti (Foto: Kipli)

KabarOto.com - Sekarang mayoritas sepeda motor keluaran terbaru yang beredar di pasar mengadopsi sistem pengereman cakram. Salah satu hal yang membuat kebanyakan orang malas adalah penggantian piringan cakram itu sendiri.

Meski rentang waktu dan frekuensi penggantian piringan cakram tergolong lama, harga part ini tak semurah fast moving parts/ onderdil kecil lainnya, seperti lampu, kampas, atau kabel gas.

Makanya, kadang terpikir untuk tidak usah menggantinya. Ini biasanya terjadi sewaktu mendapat saran dari mekanik bengkel.Namun, tak jarang pula saran tersebut ditolak mentah-mentah. Pasalnya, secara kasat mata bagian cakram tersebut baik-baik saja.

"Buat yang kurang paham, bentuknya dari samping memang kelihatan biasa saja. Tapi dibawa jalan biasanya sudah mulai bunyi-bunyi," kata Budi, pemilik bengkel JMS, Jakarta Barat.

Pasalnya, cakram justru habis di bagian pinggirannya. Lalu malah akan percuma jika bunyi rem itu justru diatasi dengan mengganti kampasnya. "Percuma ganti kampas karena kan tetap saja tidak sepenuhnya ketemu (antara kampas dan cakram)," sambung dia.

Baca Juga: Mesin ‘Pincang’ di Pagi Hari? Mungkin Ini Sebabnya

Bagaimana cara mengetahui cakram sudah habis dan waktunya diganti? "Perhatikan sisi yang menjadi tempat pertemuan antara cakram dan kampas rem, yakni area sekitar 3-4 cm di pinggirannya" beber Pria gempal tersebut.

"Apakah bagian itu terlihat berceruk seperti huruf U lebar? Jika tidak, maka piringan cakram tidak perlu diganti. Namun jika sudah berceruk, apalagi cukup dalam, sebaiknya ganti saja. Akibatnya, rem tidak akan berfungsi maksimal dan malah berbahaya," tutupnya.

Editor : ballian