Ini Dia, Toyota Mirai Generasi Kedua

Ini Dia, Toyota Mirai Generasi Kedua

KabarOto.com - Toyota Mirai kini sudah dikemas mamasuki fase generasi kedua. Mobil listrik bertenaga hidrogen dibangun dari platform baru yakni GA-L.

Meski sebagai sedan, Mirai kian lengkap berbagai fitur keselamatan pendukung berkendara higga kelegaan kabin untuk lima penumpangnya.

Baca juga: Ini Deretan Jeep Terbaru yang Diboyong DAS Indonesia Motor ke Tanah Air



Meski dimensi kian rendah 65 mm menjadi 1.470 mm, tapi ada penambahan jarak sumbu roda 140 mm menjadi 2.920 mm. Penambahan dimensi bagian belakang sebanyak 85 mm, total panjang kendaraan 4.975 mm.

Yup, Mirai ini terlihat kian pipih, sebab jarak pijak roda depan dan belakang bertambah 75 mm. Kemudian penggunaan pelek 19 inci di depan dan 20 inci di belakang. Semakin membuat mobil terlihat rebah ke permukaan tanah, tentunya berdampak pada aerodinamika.



Oh iya, penambahan dimensi lebar dan panjang di Mirai berdampak pada penambahan tangki ketiga untuk penyimpanan hidrogen. Diklaim kapasitas tangki bertambah 30% menjadi 6,5 kg (sebelumnya 4,6 kg) membuat jarak tempuh hingga 650 km.

Komposisi tangki hidrogen kini berbentuk "T". Lapisan konstruksi tangki juga kian kuat berkat pemakaian lapisan, padahal menggunakan material berbobot ringan.


Tenang, Toyota memastikan komposisi bentuk kabin tak akan mengorbankan kenyamanan. Justru semakin meningkatkan distribusi bobot lebih baik dan tempat penyimpanan masih memadai.

Sebelumnya, lokasi tangki hidrogen hanya berada bagian bagasi dan penumpang belakang. Kini tangki besar membujur di tengah kendaraan antara pengendara dan penumpang.



Adapun penempatan baterai bertegangan tinggi serta motor penggerak diposisikan di antara roda belakang. Fuel Cell Stack and Fuel Cell Power Converter (FCPC) versi terbaru sudah dikembangkan khusus untuk platform GA-L.

Para ahli desainer Mirai di Toyota sangat serius mengembangkan generasi kedua ini. Karena FCPC ini ditata berdampingan dengan pompa air, intercooler, pendingin kabin dan kompresor udara serta pompa sirkulasi hidrogen. Semua dimensinya dibuat lebih ringan dan kecil, tapi justru meningkatkan kemampuannya.

Kotak penyimpanan baterai dibuat lebih kecil dengan menggunakan Friction Stir Welding, membuat jarak antara fuel cell dan casing lebih dekat.



Susunan rangkaian fuel cell terbuat dari solid polymer. Tak sebanyak pendahulunya yang mencapai 370 susun, kini hanya 330 susun. Namun tenaganya bertambah dari sebelumnya 114 kW, kini menjadi 128 kW. Kemampuan saat berada di kondisi dingin juga telah disempurnakan, bisa dioperasikan meski cuaca -30 derajat celcius.

Baterai andalkan lithium-ion, menggantikan pendahulunya andalkan nickel-metal hydride. Terdapat 84 susun baterai. Tegangannya kini memiliki 310,8 voltase berkapasitas 6,5 Ah.

Baca juga: Bikin Konsumen Tenang, DAS Indonesia Motor Siapkan 15 Diler Jeep di Tanah Air



Bentuk baterai yang kecil memungkinkan menempatkannya di bawah jok penumpang belakang, tanpa mengganggu muat bagasi. Optimalisasi pendinginan baterai juga dilakukan, berupa penambahan lubang di bawah jok belakang.

Sekadar informasi, Mirai generasi pertama diperkenalkan sejak tahun 2014 di Los Angeles Auto Show. Total penjualan hingga Desember 2019, 10.250 unit. Nah, untuk generasi kedua ini, diharapkan penjualannya bisa meningkat 10 kali lipat.