Ini Fungsi Dan Cara Baca Tachometer, Spidometer, Dan Odometer

Ini Fungsi dan Cara Baca Tachometer, Spidometer, dan Odometer Instrument cluster analog (Foto: Wandha)

KabarOto.com - Sobat Kabaroto yang sudah biasa membawa mobil pasti sering melihat dong indikator di instrument cluster. Nah, biasanya posisi panel instrumen ada di balik setir atau bagian tengah dasbor pada beberapa mobil. Terutama untuk para perempuan nih, sudah yakin paham maksud dari indikatornya?

Pertama, Sobat Kabaroto harus tahu nih kalau mobil memiliki kondisi idle. Nah, kondisi ini di mana mobil stasioner, yaitu diam tetapi mesin dalam kondisi hidup.

Baca Juga: Kenali Lampu Indikator Yang Ada Pada Mobil Anda

Penyebutan idle juga sama nih dengan kondisi mobil saat terjebak macet, atau setelah dibawa jalan kemudian diubah ke posisi netral atau parkir tanpa mematikan mesin.

1. Tachometer

Kondisi idle berhubungan dengan indikator yang ada di sebelah kiri, namanya tachometer. Ketika mobil dalam kondisi idle maka akan terlihat tuh tacometer menunjukkan berapa rpm mesin mobil yang Sobat Kabaroto gunakan.

tachometer
Tachometer

Karena angka yang ditunjukan adalah jarak dari 0 ke 1 kemudian 1 ke 2 dan seterusnya, maka satuannya ada angka desimal seperti 0,1 atau 0,2 dan seterusnya. Angka yang ditunjukan oleh tachometer dikalikan dengan 1000, maka akan terlihat berapa rpm mobil tersebut.

Rpm ini menunjukan kecepatan perputaran mesin, dari indikator ini saja Sobat Kabaroto sudah bisa mengetahui apakah mesin mobil tersebut sehat atau tidak loh. Seperti yang dijelaskan oleh Yuda Anggoro pemilik AHT Garage, "Ada pentingnya kita tahu ketika kita beli mobil baru idling-nya dimana, maksudnya di rpm berapa saat mobil dikondisi stasioner. Misalnya setahun kedepan dinyalain lagi idle-nya nggak segitu (naik), itu ada yang salah tuh sama mesinnya."

Baca Juga: Jangan Menunggu AC Mobil Rusak, Ini Resepnya

Jangan salah, untuk kondisi ketika AC dinyalakan maupun tidak, jumlah rpm seharusnya tidak berubah. Itu menandakan mesin mobil yang sehat. Ketika AC dinyalakan, untuk mengurangi beban mesin, idle bekerja untuk menaikan putaran mesin mobil. Jadi jangan kaget jika pada saat AC menyala, jarum rpm kadang naik lalu turun.

2. Spidometer

Nah, berpindah di indikator sebelahnya yang terlihat hampir sama dengan tachometer, yaitu spidometer. Sobat KabarOto sadar nggak sih kalau hampir semua orang menyebut instrument cluster adalah spidometer? Padahal spidometer itu bagian dari instrument cluster loh.

Spidometer Analog
Spidometer

Kalau spidometer sepertinya hampir semua orang tahu bagaimana cara membaca dan fungsi dari indikator ini, yaitu menunjukkan kecepatan laju kendaraan. Tetapi ada instruksi yang sering diabaikan ketika berkendara, terutama di jalan tol.

Seperti yang Sobat Kabaroto ketahui, di jalan tol sudah ada ada instruksi pada beberapa titik kecepatan maksimal yang harus pengendara patuhi. Jadi, jangan sampai jauh melebihi karena berkendara nyaman adalah yang aman.

"Pokoknya kalau sudah dijalan, safety yang pertama. Menurut saya adalah 60-100 kpj, kalau kita mau menyusul mobil lain bolehlah 100 kpj. Tapi kalau nggak (jalanan normal) ambil kecepatan maksimal 80 kpj aja, soalnya traffic kita kan agak padat ya. Banyak yang suka ngerem mendadak," jelas Yuda.

3. Odometer

Nah, ini juga sering disebut-sebut spidometer padahal odometer bukan menunjukkan kecepatan, melainkan jumlah kilometer yang dihasilkan mobil sejak kendaraan tersebut digunakan pertama kali.

odometer
Odometer

Untuk melakukan servis berkala biasanya dilihat dari kilometer. Bisa juga dari jangka waktu, biasanya cara ini digunakan ketika mobil masih baru. Sedangkan untuk servis berikutnya diler lebih menggunakan jarak tempuh.

Pada indikator odometer inilah pengendara harus sering cek atau service mobil bahkan mengganti oli mesin, diusahakan jangan sampai terlambat karena akan mempengaruhi performa mesin bahkan merusak.

Ada juga loh fitur tambahan pada beberapa mobil yang digunakan untuk melihat jumlah jarak ditempuh pada trip meter. Misalnya Sobat Kabaroto ingin melihat seberapa jauh perjalanan dari rumah ke kantor atau yang lebih jauh dari Jakarta ke Surabaya. Bisa dicoba nih!