Isuzu Anggap Pandemik Ini Seperti Rehat Balapan

Isuzu Anggap Pandemik Ini Seperti Rehat Balapan

KabarOto.com - Pandemik Covid-19 benar-benar menurunkan stabilitas ekonomi di seluruh negara, salah satunya Indonesia. Paling terimbas adalah sektor otomotif. Penurunan daya beli masyarakat membuat produsen kendaraan bermotor menghentikan produksi. Ditambah Pemberlakukan status Pembatasan Sosial Berskala besar (PSBB). Salah satunya yang terdampak adalah penyededia kendaraan komersial, Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI).

Mereka tidak memperkirakan dampak Covid-19 tidak akan seperti ini. Setelah terpuruk dan menuju New Normal, harus membayangkan lagi segmentasi pasar, karena terjadi kebiasan baru industri, tingkah laku pasar berubah atau tidak.

"Tahapan menuju New Normal harus membayangkan lagi, kalau istilah di balapan Formula 1 sedang berada di pit stop," terang General Manager Marketing Division PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Attias Asril.

Baca Juga: Pantau Kondisi Kendaraan Lewat Isuzu Link

Namun jika balapan treknya bisa diketahui, kondisi yang dialami saat ini tidak tahu kondisi medan pertempuran seperti apa. "Yang jelas harus gesit, lincah fleksibel. Kemampuan market inteligent harus lebih baik," terangnya saat Ngobrol Virtual dengan junalis, Jum'at (26/6). IAMI menurut dia sedang mengamati apa yang akan terjadi kemudian.

Mereka juga akan menggunakan multi channel dalam hal penjualan. Artinya menggunakan berbagai media, seperti online dan media sosial untuk meningkatkan kegiatan sales dan juga aftersales. "Kami rasakan bagaimana penggunaan digital begitu meningkat," terangnya.

Cara mereka untuk berjualan menggunakan empati marketing, dengan cara menghubungi customer lama, meski bisnis mereka turun, namun tetap menghubungi. "Jika bisa dibantu dengan kendaraan baru, program perawatan dan sebagainya. Banyak cara dilakukan," tambah Asril.

Namun Isuzu melihat masih ada sektor bisnis yang masih terlihat bagus, seperti logistik, delivery, food delivery yang membutuhkan kendaraan komersial. "Ada sektor bisnis yang naik dan tetap berjalan dalam situasi ini, sehingga bisnis kami bisa growth," papar Asril.

Baca Juga: Harga Tetap, Biaya Perawatan Isuzu Mu-X Gratis Selama 3 Tahun

Isuu pun menurut Asril tidak bisa memproyeksikan kondisi perekonomian dan penjualan ke depan seperti apa. "Kita tidak berani mengambil proyeksi yang jauh, karena ketidakpastian masih sangat tinggi," paparnya lagi.

Jika nanti memasuki New Normal, dia tidak yakin bisa naik secara cepat. "Masa transisi berakhir akhir Juni ini, mudah-mudahan skenario berjalan lancar. Kalau ada kenaikkan tidak seperti April dan Mei. Tahun ini yang jelas ada penurunan sangat besar," paparnya.