Kenali Dulu Jenis Lampu Bohlam Sebelum Ganti

Kenali Dulu Jenis Lampu Bohlam Sebelum Ganti Kenali jenis Lampu bohlam sebelum mengganti (Foto: Wandha)

KabarOto.com - Bagi pecinta otomotif yang doyan modif, pastinya selalu cari tahu dulu dong kelebihan dan kekurangan suatu benda untuk bagian tertentu. Nah, ada bagian dari mobil yang ternyata tidak sedikit loh yang melakukan modifikasi. Yup! Bagian lampu mobil, yaitu bohlam. Buat yang masih bingung ternyata bohlam lampu ini banyak jenisnya loh.

Baca Juga: Pahami Fungsi Dan Bagian-Bagian Lampu Kendaraan

Untuk lampu yang paling sering digunakan kira-kira ada tiga jenis, dari mulai yang paling umum dari pabriknya hingga yang paling diminati, ada apa saja sih? Yuk simak satu persatu apa saja perbedaan, kelebihan serta kekurangan masing-masing jenisnya.

1. Halogen

halogen

Jenis lampu adalah jenis lampu yang paling umum bisa didapat hampir dari semua jenis mobil-mobil yang ada di Indonesia. Halogen ini biasanya digunakan di headlamp, alias sebagai lampu utamanya. Sedangkan pilihan untuk dayanya, bohlam halogen ada pilihan dari 35 watt hingga 55 watt.

Lampu tentunya rawan panas, tetapi untuk halogen tidak terlalu panas. Dan tingkatan cepat panas atau tidaknya bohlam juga dipengaruhi dengan pemilihan dayanya. Semakin tinggi daya yang digunakan akan semakin cepat panas pula lampu bohlamnya.

Halogen tidak haya satu warna, baik halogen maupun HID terdapat pilihan warna sesuai diinginkan seperti putih, kekuningan, atau kebiruan.

2. HID

HID atau High Intesity Discharge kurang lebih hampir sama dengan halogen yang sudah ada dimobil-mobil pada umumnya di Indonesia, oleh beberapa pabrikan. Sayangnya, HID terhitung sebagai bohlam yang paling panas diantara lainnya.

hid

Nah, panasnya bohlam juga bisa mempengaruhi mika lampu mobil loh. Karena ketika bohlam lampunya panas dan mika pada mobil tidak cukup baik kualitasnya, bisa membuat mika meleleh.

Pemilihan daya lampu HID juga cukup beragam dari 35 watt - 65 watt. Pada beberapa situasi HID beberapa kali sempat dilarang penggunaannya karena dianggap terlalu terang. Akibatnya membuat pengguna jalan lainnya silau.

Baca Juga: Lampu Mika Menguning, Begini Cara Mengatasinya

Ananta, Owner Avantgarde menjelaskan, "Sebenernya balik lagi ke settingannya, karena ada mobil yang dari pabriknya sudah pakai lampu HID. Masalah terang atau silau juga bisa dipasangi proyektor supaya nggak silau."

3. LED

LED atau Light Emitting Diodes, adalah lampu yang paling baru dibandingkan halogen dan HID. Awal keluarnya lampu ini lebih banyak dengan warna putih. Biasanya LED digunakan di bagian lampu DRL (Day Running Light). Bisa dikatakan juga LED adalah lampu yang paling hemat energi.

Berbeda dengan halogen dan HID, LED cenderung lebih tidak mudah panas saat penggunaannya. Mungkin itu alasannya LED dijadikan lampu DRL yang harus terus menyala dari mobil dinyalakan baik siang maupun malam. Pilihan daya untu LED biasanya 30 watt atau 40 watt.

led

Jika awalnya LED hanya ada warna putih, sekarang LED sudah semakin berkembang dengan pilihan warna lain. Seperti kuning atau kekuningan, karena tidak jarang LED digunakan untuk fog lamp. Agar menembus kabut disarankan dengan warna kekuningan.

Nah, itu dia jenis lampu bohlam yang bisa sobat KabarOto gunakan sesuai dengan kebutuhan. Untuk memasang lampu juga tidak sulit yang harus diperhatikan adalah soketnya, karena masing-masing jenis kendaraan memiliki soket yang berbeda-beda. Selain itu tidak ada cara khusus juga kalau sobat Kabaroto ingin menggantinya sendiri.

"Untuk ganti lampunya nggak ada cara khusus, cuma kan disitu ada baut yang untuk setting. Lebih baik bawa ke bengkel takutnya malah jadi salah nyetting," jelas Ananta.