Pembebasan Lahan Proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Mencapai 95,39%

Pembebasan Lahan Proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Mencapai 95,39% Tol Balikpapan - Samarinda

KabarOto.com - Ditargetkan selesai di akhir tahun 2018, proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda hampir membebaskan seluruh kebutuhan lahan proyek. Hingga awal bulan April 2018, progres pembebasan lahan oleh PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (PT JBS) telah mencapai 95,39% dari total keseluruhan lahan.

Sementara dari sisi pembangunan konstruksi fisik, anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk. yang mengelola proyek jalan tol dengan total panjang 99,35 Km ini telah merealisasikan progres sebesar 54,3%.

Baca juga: 90.376 Kendaraan Kembali ke Jakarta Pasca Libur Paskah 2018

Direktur Utama PT JBS, S.T.H. Saragi menjelaskan bahwa pihaknya selalu melakukan percepatan baik dalam aspek pembebasan lahan dan pembangunan fisik. Dalam melakukan pembebasan lahan, Saragi menyatakan bahwa salah satu kendala utama yang dihadapi PT JBS adalah Tahura (Taman Hutan Raya).

Pembangunan jalan tol Balikpapan - Samarinda
Pembangunan jalan tol Balikpapan - Samarinda

Namun demikian, akhirnya pembebasan lahan pada Tahura dapat diselesaikan dengan cara melakukan sejumlah negosiasi dan meyakinkan berbagai pihak, bahwa berbagai proyek yang diinisasi oleh Jasa Marga dan anak usahanya, termasuk PT JBS, selalu sesuai dengan regulasi yang berlaku yakni Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan izin lingkungan, termasuk proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda.

“Setelah hampir satu tahun lamanya, akhirnya Tahura dapat diselesaikan sehingga progres konstruksi dapat segera dilaksanakan di lahan tersebut. Kami (PT JBS) selalu melakukan langkah percepatan, sehingga pada awal tahun 2019 jalan tol ini dapat beroperasi sesuai target,” jelas Saragi.

Jika sudah dioperasikan, nantinya proyek yang dibagi menjadi 5 seksi ini akan memangkas waktu perjalanan dari kota Balikpapan ke Samarinda atau sebaliknya. Dengan demikian biaya logistik akan terpangkas cukup signifikan, karena distribusi barang antar dua kota tersebut menjadi lebih cepat.

Pengguna jalan dapat memangkas total perjalanan hingga 34 Km dari waktu tempuh semula yang menghabiskan waktu hingga 3 jam, nantinya waktu tempuh dapat dipersingkat menjadi 1 jam.