Penghapusan BBN-KB Mobil Listrik Di Jakarta, Ini Sikap DFSK

Penghapusan BBN-KB Mobil Listrik di Jakarta, Ini Sikap DFSK DFSK Glory E3, Mobil listrik yang belum masuk ke Indonesia

KabarOto.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 2020, tentang kebijakan Insentif Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) 0% atas kendaraan bermotor listrik berbasis Battery Electric Vehicle (BEV) untuk kendaraan penumpang ataupun transportasi jalan.

Bagi masyarakat Jakarta yang memiliki atau berencana membeli kendaraan baik motor dan mobil bisa mendapatkan insentif pembebasan pajak BBN-KB ini.

Baca Juga: Melihat DFSK Glory E3, Mobil Listrik Yang Siap Mengaspal Di Indonesia

Beberapa Agen Pemegang Merek (APM) sudah mulai mempersiapkan motor dan mobil listriknya untuk dijual di Indonesia. Salah satunya yang sudah siap adalah Hyundai. Melalui Ioniq, Hyundai menawarkan mobil tersebut dengan harga mulai Rp 464 juta sampai dengan Rp 520 juta.

Lalu bagaimana DFSK yang memiliki Mobil Listrik Glory E3 dan sudah diperkenalkan pada Juli 2019 lalu? Arviane Dahniarny Bahar, PR & Digital Manager PT Sokonindo Automobile menjelaskan, "Sampai saat ini masih dalam proses diskusi internal belum ada rencana tersebut untuk memasarkannya," terangnya kepada KabarOto.com, Kamis (30/1).

Wanita yang akrab dipanggil Ane ini pun menjelaskan permasalahan charging station yang masih terbatas di Indonesia. "Sejauh ini kami berfokus pada manufaktur kendaraan, tidak ada rencana untuk pembuatan charging station di dealer-dealer DFSK," tambahnya.

DFSK menyerahkan pembangunan EV kepada pemerintah. "Selain tidak ada rencana untuk pembuatan charging station, pembangunan infrastruktur EV kami serahkan dan dukung kepada pemerintah yang saat ini dalam pengembangan," tuturnya.

DFSK Glory E3 merupakan mobil listrik yang memakai teknologi Battery Electric (BE) yang mengandalkan pada baterai dan motor listrik sebagai tenaga penggeraknya. Kendaraan ini 100% bebas emisi gas buang karbon, sehingga sangat ramah lingkungan di jalan-jalan dan bisa menjadi solusi untuk kebutuhan kendaraan yang hijau.

Baca Juga: DFSK: Mau Pasarkan Glory E3 Masih Butuh Proses

Di sektor tenaga penggeraknya mengandalkan motor listrik Permanent Magnet Synchronous Motor bertenaga 163 dk dan torsi 300 Nm. Tenaga penggerak motor listrik ini bersumber dari baterai listrik yang memiliki kapasitas 52,5 kWh, sehinnga mampu menempuh jarak hingga 405 kilometer dalam kondisi baterai penuh. Selain itu, Glory E3 juga memiliki teknologi “Mileage Extended Range Technology” yang mampu menempuh jarak hingga 1.000 kilometer.