Rem Masih Bagus Tapi Motor Blong, Kok Bisa? Ternyata Ini Sebabnya

Rem Masih Bagus Tapi Motor Blong, Kok Bisa? Ternyata Ini Sebabnya karet seal shock bocor ada banyak penyebab. Selain umur pakai, karet yang sudah getas, menghantam lubang dengan keras, kelebihan beban, hingga malas membersihkan. (Foto: Kipli)

KabarOto.com - Rem tak pakem memang membahayakan, yang membuat bingung padahal kondisi sistem pengereman seperti kampas rem masih tebal, kabel rem tidak masalah, dan piringan cakram juga terhitung masih baik. Nah, kalau semuanya dalam kondisi baik-baik saja, tentu ada faktor lain kan.

Tentu ada hal lain yang menyebabkan rem blong. Misalnya shockbreaker, lantas apa hubungannya? Sokbreker depan yang bocor dapat menyebabkan cairan oli dari sokbreker keluar dan mengenai kampas rem dan bisa juga di piringan cakram.

“Sepele namun fatal, soalnya banyak yang enggak sadar kalau sokbrekernya bocor. Lama kelamaan oli akan mengalir dan membasahi tabung sokbreker, terus menyambung ke rem cakram dan kampas rem,” ujar Budi, Owner bengkel JMS, Jakarta Barat.

Oli tersebut, lalu membuat gesekan kampas dan cakram tidak dapat sempurna ketika direm. Daya cengkeram kampas rem ke piringan tidak optimal, permukaan cakram atau kampas yang licin membuat pengereman menjadi sulit walaupun sudah menginjak pedal rem.

Baca Juga: Ini Langkah Singkat Bikin Rem Mobil Lebih Awet

“Biasanya seal karet sokbreker-nya sudah bocor. Oli keluar semua lama-lama. Supaya rem kembali normal, tentu saja ganti karet seal shock. Setelah diganti, dipastikan tidak ada lagi kebocoran, bersihkan cakram dengan cairan sabun yang bisa menghilangkan sisa-sisa oli. Nah, bersihkan juga kalipernya dan kampas rem. Karena kampas rem sifatnya bisa menyerap oli, bersihkan pakai sikat,” imbuhnya.

Menurutnya, karet seal shock bocor ada banyak penyebab. Selain umur pakai, karet yang sudah getas, menghantam lubang dengan keras, kelebihan beban, hingga malas membersihkan.

“Sering-sering bagian shock dibersihkan, dicuci, terutama saat melewati jalan becek atau kotor. Karena sisa-sisa pasir atau kotoran menembel di batang besinya. Kalau tidak rajin dibersihkan, lama-lama sisa kotoran terjebak di antara karet dan besi, ini bisa juga menyebabkan bocor. Meski tidak terasa, lama kelamaan bikin bocornya menjadi besar,” paparnya.

Meski hanya bocor sebelah, akan mempengaruhi keseimbangan motor terutama saat menikung dan membuat rebound pengereman tidak stabil, terutama saat mengerem mendadak. Jika kebocoran terus dibiarkan, pelumas shock akan habis sehingga menyebabkan per maupun tabung di dalamnya menjadi rusak.

“Kalau mengisi oli shock, takarannya harus sama kiri-kanan biar seimbang. Volumenya jangan kelebihan atau kurang. Biar yakin, minta orang bengkel terpercaya untuk melakukannya,” tutupnya.