Wuihh.. DFSK Bawa Glory Bertenaga Listrik Di GIIAS 2019

Wuihh.. DFSK Bawa Glory Bertenaga Listrik di GIIAS 2019 DFSK Glory E3 (istimewa)

KabarOto.com - PT Sokonindo Automobile, selaku Agen Pemegang Merek (APM) DFSK di Indonesia bakal membawa Sport Utility Vehicle (SUV) ramah lingkungan mereka, yakni Glory E3 ke ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 yang berlangsung mulai tanggal 18 Juli besok di ICE, BSD City, Tangerang.

"Glory E3 sebuah kendaraan listrik hasil riset dan pengembangan DFSK ditenagai oleh energi listrik murni (pure electric). Glory E3 ini akan menjadi contoh bagaimana kendaraan-kendaraan DFSK di masa depan, yang ramah lingkungan, nyaman, namun tetap menyenangkan untuk dikendarai," ujar Franz Wang, Managing Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile.

Bagi DFSK sendiri, pengembangan mobil bertenaga listrik bukan kali pertama dilakukan. Pasalnya pabrikan asal Cina itu kerja sama dengan Tesla Motors sebagai produsen kendaraan listrik untuk memproduksi line-up produk kendaraan elektrik.

Baca juga: Nih.. Alasan DFSK Pakai Mesin Turbocharged Di Glory 560 Dan Glory 580

Selain itu, DFSK pun sudah memiliki sejumlah kendaraan listrik dengan berbagai model di Cina yang sudah digunakan secara umum.

Dari sisi desain, Glory E3 memiliki tampilan khas produk DFSK, yang terlihat dari desain gril dengan aksen krom yang tertata rapih di tiga garis trim horizontal. Gaya desain yang menghubungkan lampu depan dan gril krom merupakan ciri khas dari sejumlah model SUV DFSK lainnya.

DFSK Glory E3

Mobil ini memiliki panjang 4.385 mm, lebar 1.850 mm, tinggi 1.647 mm dan memiliki wheelbase 2.655 mm. Secara tampilan Glory E3 memiliki tampilan yang kokoh, stylish dan modern.

Mobil yang pertama kali debut di ajang Shanghai Auto Show 2019 itu sepenuhnya digerakkan oleh tenaga listrik. Glory E3 yang menghadirkan kombinasi motor listrik dan baterai, memiliki berbagai varian berdasarkan kemampuan jarak tempuh, mulai dari 305/405 kilometer.

Untuk melakukan pengisian daya baterai, Glory E3 hanya memerlukan waktu 30 menit dan mampu mencapai 80 persen daya baterai.

Baca juga: Begini Cara DFSK Jawab Tantangan Pasar Otomotif Di Indonesia

Lebih lanjut Wang menambahkan, "Hingga saat ini DFSK sudah memiliki beberapa kendaraan listrik di luar negeri, dan kemungkinan untuk dibawa ke Indonesia sangat terbuka lebar. Infrastruktur pabrik yang telah dimiliki di Cikande sudah memiliki standar pembuatan mobil listrik," ungkapnya.

"Kami sangat harapkan kesiapan ini akan mendapat dukungan dari pemerintah dalam hal regulasi dan lainnya. Sehingga akan mempercepat elektrifikasi kendaraan di tanah air, dan DFSK siap menyongsong era tersebut," tutup Wang.