Menperin Siapkan SDM Berkompeten Hadapi Persaingan Di Industri Otomotif

Menperin Siapkan SDM Berkompeten Hadapi Persaingan di Industri Otomotif Proses perakitan mobil BMW (KO/Edo)

KabarOto.com - Pemerintah sedang memprioritaskan pengembangan industri otomotif nasional, agar lebih berdaya saing global sesuai dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0. Sebagai upaya untuk mendorong hal tersebut adalah peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di industri otomotif, dan diharapkan mampu menguasai teknologi dan mengembangkan bisnis di masa yang akan datang.

"Industri otomotif merupakan salah satu sektor andalan yang berkontribusi signfikan pada pertumbuhan ekonomi nasional," kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.

Baca juga: Profil - MINI Cooper S Cabriolet

Kementerian Perindustrian mencatat, sumbangsih industri otomotif kepada PDB nasional mencapai 10,16 persen pada tahun 2017, serta menyerap tenaga kerja langsung dan tidak langsung sebanyak 1,5 juta orang.

ilustrasi proses produksi mobil

"Dengan menargetkan produksi hingga 1,5 juta unit mobil pada tahun 2020, tentu perlu peran SDM yang terampil terutama di dalam menghadapi era digital," ungkap Airlangga.

Sementara itu, untuk industri sepeda motor dari nilai ekspor ditargetkan mencapai 10 persen dari total produksi yang mencapai 6 juta unit per tahun. "Indonesia telah mengekspor ke lebih dari 54 negara. Artinya, produk otomotif buatan kita memang telah diakui dunia," jelas Airlangga.

Baca juga: Mini Rayakan Selesainya Batch Pertama Countryman Rakitan Lokal

Apalagi, Indonesia tidak hanya berpotensi sebagai salah satu pasar otomotif terbesar dunia, tetapi juga telah menjadi bagian dari basis produksi para produsen otomotif berskala global untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor.

"Kami telah menyusun proyeksi pengembangan, jenis kompetensi (job title), dan lokasi industri yang terkait dengan lulusan SMK. Selain itu, peningkatan kerja sama dengan dunia usaha untuk memberikan akses yang lebih luas bagi siswa SMK untuk melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dan program magang bagi pendidik dan tenaga kependidikan SMK," tukas ujar Airlangga.