Ini Rahasia Agar Aki Atau Baterai Kendaraanmu Awet

Ini Rahasia Agar Aki atau Baterai Kendaraanmu Awet

KabarOto.com - Bebas perawatan bukan berarti tak perlu diperhatikan, kesehatan aki/ baterai harus tetap dijaga supaya tetap awet serta berumur panjang.

Menurut Asen dari bengkel khusus aki atau baterai, Elektro Jaya di kawasan Depok, ada beberapa langkah yang harus diperhatikan dengan cermat dalam perawatan Aki.

“Ciri-ciri aki sudah mulai bermasalah adalah cahaya dari lampu depan yang dihasilkan tidak terang sama sekali, lalu terkadang saat melakukan starter tidak mau mengangkat dan bahkan sering gagal," jelasnya.

Jika sudah terlambat seperti itu satu-satunya cara yang bisa dilakukan oleh pemilik kendaraan adalah menggantinya dengan baru dan harganya pun relatif mahal. Ada banyak faktor kenapa aki bisa cepat tekor yaitu mulai dari jarang dilakukan perawatan hingga penggunaan yang salah.

Baca Juga: Mobilmu Pakai Idling Stop Technology? Begini Perbedaan Aki Atau Baterainya

Pertama, periksa terlebih dulu beberapa komponen yang ada di kendaraan anda yang mengandalkan tenaga aki. Misalnya bagian lampu, starter kontak, AC dan power window pada mobil. Jika tidak mengalami masalah berarti aki dalam kondisi normal, namun apabila ada yang tidak beres maka dapat dipastikan kelistrikan pada aki tidak bekerja pada semestinya.

Berikutnya cek pada bagian kepala aki karena biasanya di tempat tersebut terdapat kotoran atau korosi sehingga menghambat listrik untuk menghantar ke berbagai komponen. Biasanya kepala aki tersebut bisa berkarat karena terkena air.

Asen menambahkan, membersihkan aki cukup menyediakan air panas dan juga sikat gigi. Basahi kepala aki menggunakan air panas tersebut lalu gosok memakai sikat gigi dengan perlahan dan pastikan semua kotoran bisa hilang.

“Jika sudah benar-benar bersih keringkan terlebih dulu agar sisa air yang menempel tidak menyebabkan korsleting,” ungkap Asen, pria paruh baya ini.

Baca Juga: Modifikasi Audio Mobil? Jangan Lupa Perhatikan Kemampuan Aki Atau Baterai

Terdapat dua jenis aki yaitu basah dan kering, tentu saja secara perawatan berbeda. Menurut pria yang berdomisili di Depok ini, Aki kering tidak terlalu mendapatkan perawatan khusus, namun lain halnya bagi aki basah harus selalu dicek kondisi airnya apakah berada di garis yang tepat atau tidak.

Jika berkurang segera isi dengan air aki hingga mencapai batas maksimal yang tertera.

Menurut Asen, jangan asal melakukan modifikasi yang memerlukan daya aki besar tanpa diimbangi ukuran aki yang sepadan. Sudah pasti aki kendaraan cepat tekor dan bahkan sudah tidak bisa bekerja secara optimal meskipun dilakukan pengecesan sekalipun.

“Jika memang benar-benar ingin melakukan modifikasi lebih baik konsultasi kepada ahlinya terlebih dulu,” tutup pria bernama lengkap Jansen Liem ini.