Mesin Kencang, Irit Kantong? Modal Rp100 Ribuan Ini Bisa Dicoba

Mesin Kencang, Irit Kantong? Modal Rp100 Ribuan Ini Bisa Dicoba

KabarOto.com - Merasakan performa mobil turbocharger dengan tipe mesin yang memakai bahan bakar bensin maupun diesel dengan lebih optimal, cara yang paling instan adalah mengaplikasikan alat bernama boost controller. Alat yang berguna mengatur tekanan atau pressure yang di produksi oleh perangkat induksi tersebut memiliki 2 tipe berdasarkan kinerja masing-masing, yaitu mekanikal dan elektronik.

Nah, berhubung sistem elektronik yang beredar di pasaran memiliki harga yang relatif tinggi bagi sebagian kalangan, boost controller mekanikal bisa jadi solusi. Caranya cukup mudah dengan harga terjangkau, dan bahan-bahannya pun bisa didapatkan di toko retail perkakas besar seperti Ace Hardware, Depo Bangunan, atau toko khusus alat pneumatic/ angin.

Perlu diingat, aplikasi boost controller harus diimbangi dengan pemasangan boost meter agar dapat memastikan bahwa alat tersebut berfungsi dengan baik, yang dapat diindikasikan dengan kinerja boost yang stabil. “Jika terjadi over boost/ turbo spike dalam jangka waktu yang lama, maka korbannya adalah piston, setang piston, hingga blok mesin,” ujar Shendy Andhika dari Natama Motor, Bekasi.

Barangnya antara lain 2 buah nepel kuningan sebagai jalur masuk dan keluar angin turbocharger, Kuningan T, gotri & per sesuai ukuran gotri untuk diletakkan didalam kuningan T yang berfungsi sebagai klep, 4 buah clamp atau klem berdiameter 5/8 inci untuk memastikan tidak ada boost leak pada masing-masing jalur keluar masuk angin turbocharger.

Baca Juga: BMW 328i F30 Standar Pakai BBM Oktan 90 Ikut Drag Race, Kok Bisa?

Siapkan juga baut sesuai ukuran kuningan T yang berfungsi mengatur besarnya tekanan angin turbocharger yang diinginkan dengan cara memutar searah jarum jam untuk membesarkan tekanan, dan sebaliknya untuk mengembalikan pada tekanan boost standar pabrik.

Lalu, siapkan slang pneumatic berdiameter ¼ inci yang tebal agar tidak pecah oleh tekanan angin turbocharger yang besar. Semua bahan tersebut dapat dibeli dengan kisaran Rp.80 – Rp.100 ribu.

Pada tips kali ini, alat dijajal pada mobil dengan basis Toyota Great Corolla 1995 yang telah di engine swap dengan mesin 3S-GTE milik Toyota MR2 menggunakan tipe turbocharger CT26 yang memiliki model wastegate internal.

Pasang dahulu salah satu nepel pada kuningan T dengan rapat di tempat yang memiliki lubang yang berlawanan. Boleh di sisi manapun, berfungsi sebagai jalur masuk boost dari nepel yang terletak di compressor housing.

Kemudian, pasang sisanya di lubang yang tidak memiliki sisi berlawanan dengan fungsi sebagai jalur keluar boost menuju wastegate. Masukkan gotri terlebih dahulu pada lubang terakhir diikuti dengan per, kemudian tutup lubang tersebut dengan baut.

Setelah boost controller ala rumahan ini jadi, tinggal memasang slang bertekanan tinggi pada jalur masuk nepel tersebut untuk dihubungkan pada nepel pada compressor housing, dan menghubungkan jalur keluar nepel tersebut pada nepel wastegate.

Terakhir kencangkan masing-masing ujung selang dan nepel menggunakan clamp/klem berdiameter 5/8 inci dengan obeng min. Pria 2 anak yang akrab dengan panggilan Bheler tersebut juga mengatakan, bahwa faktor over boost atau boost tidak beroperasi sama sekali juga dapat diakibatkan oleh langkah pemasangan yang tidak benar. Boost Controller ini bersifat universal yang artinya memiliki skema pemasangan yang sama dan dapat diaplikasikan di tipe mesin turbocharger apa saja.