Ramai Debat Pengoperasian Tombol Start/Stop Engine, Bagaimana Yang Benar?

Ramai Debat Pengoperasian Tombol Start/Stop Engine, Bagaimana yang Benar? Kipli, KabarOto

KabarOto.com - Sedang ramai di media sosial, perdebatan netizen atau pengguna media sosial tentang penggunaan engine start/stop button pada kendaraan.

Memperdebatkan yang benar antara menyalakan listrik terlebih dahulu dengan menekan tombol tersebut, atau langsung injak pedal rem dan menekan tombolnya untuk menyalakan mesin.

Sebenarnya, kedua cara tersebut memang dapat dilakukan untuk pengoperasian kendaraan.

Namun manakah penggunaan yang paling tepat menurut Agen Pemegang Merek (APM)?

Baca juga: Waspada Pasang Start/Stop Engine Variasi, Begini Penjelasannya

"Jika mengacu pada buku pedoman pemilik, prosedur untuk menyalakan mesin adalah, pertama, memastikan rem parkir aktif dan transmisi pada posisi P atau park," ujar Yusak Billy selaku Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM) kepada KabarOto hari ini (04/07).

Menurutnya, hal tersebut bisa dilanjutkan dengan langkah menginjak rem, lalu menekan tombol start stop yang seketika akan menyalakan mesin kendaraan.

Baca juga: Semua Jenis Mobil, Ternyata Bisa Dipasang Tombol Start/Stop Engine

Ia bilang, secara teknis, menekan tombol tanpa menginjak rem akan menyalakan kelistrikan mobil sebelum mesin menyala. "Tetapi berdasarkan buku manual, prosedur tersebut tidak diperlukan dan bisa langsung ke start engine saja," imbuhnya.

Sedangkan, Anton Jimmy Suwandi selaku Marketing Director Toyota Astra Motor (TAM) merasa bukan tentang pilihan prosedur yang benar saat menyalakan atau menghidupkan mobil melalui start/stop button.

"Memang ada opsi dengan tidak menginjak rem untuk mobil transmisi otomatis atau pedal kopling untuk yang bertransmisi manual maka mobil hanya akan masuk sampai ACC tidak sampai menghidupkan mesin kendaraan," ujarnya.

Prosedur menghidupkan mesin ini, menurutnya juga bagian dari prosedur keamanan memastikan, jadi kalau mau hidupkan mesin, perlu injak rem atau kopling, dengan prosedur ini maka mesin hidup tidak dalam keadaan tersambung dengan transmisi jadi tidak akan loncat jika transmisi manual.

"Hal ini juga berfungsi memastikan semua komponen yang terhubung dengan listrik, seperti Audio dan AC sebagai contoh sudah dimatikan sebelum mematikan kendaraan, maka pada saat menghidupkan kembali baterai atau aki tidak perlu mengeluarkan beban besar di awal, baru setelah mesin hidup dilanjutkan dengan menghidupkan komponen tadi, hal ini juga akan meringankan kerja aki maupun mesin di titik awal ketika belum mendapatkan kondisi terbaiknya karena sirkulasi oli belum berjalan," bebernya.

"Jadi, yang terbaik adalah justru memastikan mobil siap untuk dimatikan, seperti contoh audio dimatikan, ac di posisi off, bahkan setir dalam keadaan lurus sebelum mematikan, jadi waktu menghidupkan kembali beban tidak terlalu berat, hal tersebut juga berfungsi merawat masing masing komponennya," tutupnya.

Nah, Bos Honda dan Toyota di Indonesia sudah bertitah, jangan berdebat lagi ya Sobat KabarOto!