Sejarah Nissan Serena Sejak 1996 Hingga 2019

 Sejarah Nissan Serena Sejak 1996 Hingga 2019 Sejarah Nissan Serena Sejak 1996 Hingga 2019

KabarOto.com - Nissan baru saja launching seri terbaru dari Serena. Setelah terakhir kali pada 2014 memamerkan seri C26 (kode bodi), kini C27 atau lebih sering dikenal sebagai Nissan Serena 2019 telah melengkapi generasi-generasi sebelumnya. Mobil MPV ini sebenarnya diperkenalkan di Indonesia sejak 1996 untuk pertama kalinya dengan generasi pertama pula.

Namun, mobil dengan kabin lega ini menarik minat konsumen setelah generasi keduanya meluncur. Selanjutnya MPV Nissan ini berhasil mencuri perhatian konsumen di Indonesia, tampilannya kian modern dengan ruang kabin lega dan nyaman menjadi keunggulan mobil ini.

Lalu bagaimana sih perkembangan MPV Nissan dari generasi ke generasi?

1. Nissan Serena C23

Inilah generasi pertama Nissan Serena di Indonesia yang lahir pada 1996. Pada tahun yang belum menginjak 2000an, mobil ini telah dibekali dengan fitur yang canggih dan termasuk MPV mewah. Sayangnya, data penjualan menunjukan masyarakat di Indonesia belum tertarik dengan kendaraan ini.

Serena C23 memiliki ukuran 4.315 mm x 1710 mm x 1840 mm, dengan eksterior two tone yang cukup modern disandingkan dengan pelek racing berukuran 14 inci. Fitur andalannya yang paling ikonik adalah sliding door, namun bentuk handle door masih pergi panjang berdiri.

Berbeda dengan model sekarang, C23 memiliki bentuk bodi yang mengkurva. Head lamp-nya juga masih berbentuk kapsul. Pilihan warnanya cukup banyak loh, seperti merah, hijau, kuning, ungu, dan lain-lain. Tetapi yang sering terlihat di jalanan Indonesia adalah warna biru dan silver.

Baca juga: Pasang Stabilizer Biar Mobil Tambah Rigid

Nissan Serena C23

Pada interiornya Serena generasi pertama berwarna cerah (beige), dan sudah dilengkapi dengan seat belt. Padahal pada tahun tersebut orang masing asing dengan fitur keselamatan tersebut.

Selain itu, mobil dengan tema "Your Sophisticated Children's Limousine" jendela kacanya sudah elektrik, dimana mayoritas kendaraan tahun 90-an masih menggunakan kaca manual engkol yang ingin buka kaca harus dengan di putar dengan tangan.

Jok di seat kedua (tengah) bisa diputar 180 derajat untuk berhadapan dengan kursi belakang. Setirnya juga sudah power steering dan bisa di naik-turunkan (tilt steering). Satu lagi alasan Serena C23 termasuk kategori mewah karena mobil ini menggunakan RWD, alias penggerak roda belakang yang biasanya ditemui pada mobil kelas atas.

Untuk mesin letaknya dibawah jok pengemudi selayaknya minibus, dan dibawah jok samping pengemudi juga menyimpan mesin yaitu kompresor AC. Jadi, pada kap mobil hanya berisikan kondensor, radiator, aki, dan ban serep.

Baca juga: Rami Malek Aktor Terbaik Oscar 2019, Ternyata Dia Penyuka Mobil Audi

Interior Nissan Serena C23

Nah, mungkin masih ada yang bingung dengan jenis mesin Nissan karena seperti kode unik. Dua digit pertama merupakan jenis mesin, dua digit berikutnya adalah kapasitas mesin, sedangkan dua digit terakhir yaitu kependekan dari kehebatan mesin.

Pada seri ini memiliki dua tipe dengan dua pilihan kapasitas mesin. Yang pertama dengan mesin GA16DE, mesin ini memiliki kapasitas 1.600 cc dengan 4 silinder yang dapat memuntahkan tenaga sebesar 120 dk dengan torsi 146 Nm pada 4000 rpm melalui transmisi 4-percepatan. Jenis mesin GA16DE merupakan mesin DOHC 16 katup.

Ada tiga versi: NVCS (VTC) generasi pertama Amerika Utara (1991-1994) menghasilkan 110 dk pada 6.000 rpm dan 146 Nm pada 4000 rpm. Kemudian Amerika Utara NVCS (VTC) generasi kedua (1995-1999) menghasilkan 115 dk pada 6.000 rpm dan 146 Nm pada 4.000 rpm. Sedangkan yang terakhir adalah versi non-NVCS (spesifikasi Eropa) yang membuat 102 dk.

Baca Juga: Asiknya Memakai Coilover Untuk Pemakaian Harian

Nah, varian yang kedua dengan jenis mesin SR20DE yang memiliki kapasitas lebih besar, yakni 2.000 cc dengan 4 silinder juga. Dengan kapasitas tersebut mesin ini dapat mengeluarkan tenaga sebesar 140 dk dengan torsi 184 Nm pada 4.000 RPM melalui transmisi otomatis 4-percepatan.

Mesin SR20DE mengusung peringkat daya nominal antara 128–160 dk dari pabrik. Pertama kali muncul pada Oktober 1989, namun seiring berjalannya waktu mesin jenis ini secara bertahap dihapus setelah diperkenalkannya keluarga mesin QR yang rendah emisi.

Kedua varian diatas disebut juga C23 tipe SGL, namun tahun 1998-1999 Nissan mengeluarkan versi manualnya yang disebut C23 tipe FGX pada khalayak. Keluaran terbaru inilah yang menggunakan C23 manual ini memiliki transmisi 5-percepatan.

Bagi yang berminat dengan mobil MPV jadul yang mewah ini, sebelum membeli perhatikan dulu kaki-kakinya serta rembesan oli. Untuk mengetahui penyebab serta kendalanya juga harus sabar-sabar dicari tahu nih. Beda masalah dengan yang matic, kalau varian ini jangan lupa untuk kuras oli transmisi tidak lebih dari 20.000 km ya.

2. Nissan Serena C24

Seri keduanya keluar di Indonesia pada 2004 sampai 2012, padahal di Jepang sudah mengeluarkan C24 tahun 1999. Nah, kali ini ada tiga varian yang ditawarkan Nissan, yaitu standar atau lebih dikenal Comfortable Touring (CT), Highway Star (HWS), dan Highway Two Tone.

Walaupun bermacam varian, semua ukurannya sama 4.590 mm x 1.695 mm x 1.825 mm. Perubahan bentuk badan sudah bisa terlihat. Dibandingkan varian sebelumnya, kali ini Serena sudah memiliki body side molding pada tubuhnya.

Handle door juga sudah berubah posisi serta bentuk dengan memanjang kesamping dan terkesan tidak berjarak dari pintu depan dan tengah.

Baca juga: Gajian Nih, Pengen Ganti Ban Motor? Ini Tipsnya

Nissan Serena C24

Bentuknya juga lebih mengotak dibandingkan C23, dimana lampunya kini berukuran lebih lebar seperti segitiga dengan fog lamp di bumper bawahnya.

Suspensi Serena C24 digadang-gadang sebagai kelebihannya. Dengan suspensi depan McPherson Strut with Stabilizer, dan bagian belakang Independent Multi-link membuat perjalanan dengan MPV ini menjadi lebih nyaman. Peleknya pun berkembang dengan ukuran 15 inci.

Pada bagian interiornya, C24 masih sama dengan seri sebelumnya yang cerah. Namun, ada yang berbeda dengan fitur pada dua variannya. HWS memiliki fitur yang lebih canggih dan lengkap dibandingan CT.

Pada HWS sudah dilengkapi dengan monitor pada bagian belakang head rest jok depan. Selain itu, joknya sudah dilapisi kulit sedangkan CT masih fabric.

C24 HWS juga sudah ada kamera parkirnya loh, jadi tidak khawatir untuk parkir mundur. Selain itu sliding door yang menjadi ikon Serena sudah elektrik pada seri dan varian ini. Varian CT hanya menggunakan sliding door elektrik pada pintu sebelah kiri saja, sedangkan untuk HWS menggunakan model elektrik di pintu kiri dan kanannya.

Sudah modern dan mewah banget deh pokoknya.

Baca juga: Sadis, Datsun Lawas Tahun 70-an Dijual Seharga Rp1,2 Miliar ! Apa Istimewanya ?

Interior Nissan Serena C24

Jenis mesinnya juga berubah menjadi QR20DE walaupun masih dengan kapasitas yang sama. Yaitu 2.000 cc (1998 cc) dengan 4 silinder DOHC, yang mampu mengeluarkan tenaga sebesar 147 dk melalui transmisi otomatis 4-percepatan dengan torsi maksimal 198 Nm pada 4000 rpm.

Nah, berbeda dengan generasi sebelumnya, bagi Sobat Kabaroto yang tertarik dengan Serena C24 harus memperhatikan beberapa bagian, baik yang sepele mau pun tidak. Seperti setir, mobil ini memang memiliki bahan setir yang mudah kotor sehingga ada noda atau kotoran yang sulit untuk dibersihkan.

Kemudian pelapis interior juga harus diperhatikan, sama dengan setir, pelapis jok juga sangat mudah kotor. Alasannya, lapisannya terbuat dari kain dan warnanya beige. Jadi kalau kotor akan sangat mudah terihat.

Pada bagian belakang ada karet wiper dan kamera. Walaupun terkesan sepele tapi harus diperhatikan loh. Seperti wiper belakang yang biasanya tidak atau jarang digunakan oleh pemilik lamanya. Padahal jika tidak pernah digunakan bisa membuat kaca tergores.

Baca Juga: Sekarang, Beli Mobil Nissan Dapat Gratis Perawatan Selama 4 Tahun Lho!

Untuk kamera parkir varian HWS harus diperhatikan dan dicoba, karena bisa saja sudah tidak befungsi. Padahal bagian ini menjadi fitur canggih Serena C26. Tidak butuh waktu lama, sekitar 1-2 detik setelah perseneling diposisikan di-R maka akan terlihat kamera berfungsi atau tidak.

Selain fitur, baik Serena C24 mau pun C23 harus di cek transmisinya terutama yang otomatis. Jika ketika dicoba atau test drive memindahkan perseneling ke-D kemudian terjadi lonjakan, tandanya ada yang tidak normal. Untuk memastikan kondisi mesin dan performa kendaraan sebaiknya sobat KabarOto lakukan test drive untuk memastikan.

Seperti yang dikatakan Indonesia Serena Owner Community, "Pastinya bagian yang otomatis, mesin dan kaki-kaki yang harus dicek. Atau sebelum transaksi, mobil yang diminati bisa dibawa ke bengkel untuk general check up supaya ketahuan bagian mana yang minus."

3. Nissan Serena C26

Ini adalah seri paling terakhir sebelum Nissan Serena 2019 meluncur (20/02) kemarin. C26 sudah dipasarkan sejak 2013 sampai tahun ini. Dengan ukuran yang lebih besar yaitu 4.770 mm x 1.735 mm x 1.865 mm serta wheelbase 2860 mm, mobil ini lebih terlihat gagah.

Pada seri ini Serena masih terlihat mirip dengan C24, namun seri ini lebih banyak menggunakan garis chrome pada bagian depannya. Selain itu sudah lebih banyak lekukan tegas pada tubuhnya, terutama bagian tengah ke belakang. Untuk lampu depannya juga sedikit berbeda dengan bentuk 'wing' di ujung lampunya.

Nissan Serena C26

Lampu belakangnya masih dipasang seperti biasa, yaitu lurus kebawah. Namun, jika sebelumnya masih dengan mika warna merah, Serena C26 menggunakan mika bening keseluruhan. Ada yang keren lagi nih, panoramic roof sudah disematkan pada seri ini, makin modern ya.

Jika diperhatikan, handle door Serena C26 juga mengalami perubahan loh. Jika pada generasi sebelumnya dibuat lebih berdempet, kini ada jarak yang memisahkan dengan posisi yang lebih presisi.

Baca Juga: Estimasi Harga Mobil All New Nissan Livina Lebih Murah Dari Mitsubishi Xpander

Interiornya sudah tidak lagi diberi dominan warna cerah, kini warna hitam lebih mendominasi pada dasbor hingga seluruh jok. Jika pada seri C23 jok di baris kedua bisa diputar hingga 180 derajat, pada seri ini joknya bisa digeser loh.

Serena C26 makin kaya akan fitur, salah satunya tombol start/stop engine untuk menghidupkan mesin dengan kapasitas 1.997 cc, yang dapat mengeluarkan tenaga 147 dk dengan torsi 206 Nm melalui transmisi CVT.

Interior Nissan Serena C26

Fitur lainnya seperti monitor layar sentuh dengan 6 inci yang bisa terkoneksi dengan bluetooth. Setirnya kini telah dilengkapi dengan tilt & telescopic, selain itu setirnya juga ada berbagai tombol yang dapat mengatur audio. Untuk melengkapi fitur keamanan, Serena C26 memiliki air bag di bagian depan, depan samping, dan tirai.

Dengan berbagai fitur serta teknologi yang disematkan, Serena C26 memang harus bersaing dengan saudaranya sendiri yaitu Serena 2019. Namun, harga untuk C26 cukup bersaing dengan dibanderol kisaran Rp 396,2 juta sampai Rp 482,3 juta.

4. Nissan Serena C27

Nah, ini dia Serena terbaru yang baru saja launching Febuari 2019. Mengikuti zaman generasi terbaru ini makin modern baik tampilan mau pun fitur-fiturnya. Nissan menawarkan dua varian untuk seri ini yaitu X dan Highway. Untuk varian X memiliki ukuran yang lebih ramping, sedangkan Highway masih sama dengan keluaran 2013.

Nissan Serena C27

Varian X memiliki dengan ukuran 4690 mm x 1695 mm x 1865 mm, sedangkan Highway 4770 mm x 1740 mm x 1865 mm. Tapi, penampilan Serena makin boxy loh, tentunya makin modern dengan lima pilihan warna. Untuk keseluruhannya pada bagian jendela hingga atap akan berwarna hitam, terlihat seperti two tone ya.

Perubahan menonjol terlihat dari head lamp, tampilannya kini seperti mobil MPV kekinian berbentu ramping dan seperti terbelah dua, bagian atas dan bawah. Serta sudah berfungsinya fog lamp untuk memerangi kabut di jalan raya yang saat ini sering hujan.

Interior Nissan Serena C27

Suspensinya kali ini menggunakan Indpendent Strut untuk bagian depan, dan Torsion Beam untuk bagian belakang. Selain sliding door yang elektrik, spion Serena terbaru juga sudah elektrik loh. Tidak hanya itu, sensor parkir serta sensor benturan sudah disematkan pada varian X mau pun Highway.

Kedua varian ini dilengkapi dengan fitur hiburan head unit berlayar sentuh yang bisa menghidupkan suasana dalam kabin dengan radio, bluetooth, CD/DVD, serta USB. Ditengah atap juga ada layar lagi nih dengan ukuran 10 inci. Selain itu sudah dilengkapi dengan peringatan cek mesin.

Layar di atap Nissan Serena C27

Ada varian tentu ada perbedaan, untuk Highway sudah dilengkapi dengan air bag depan dan kamera belakang serta meja lipat untuk kursi baris kedua.

Masih dengan penggerak roda belakang, Serena C27 menggunakan jenis mesin MR20, kapasitasnya tidak jauh berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya. Kapasitas 1.997 cc dapat memuntahkan 148 dk dengan torsi maksimal 199 Nm melalui transmisi otomatis 7-percepatan.

Dari segi harga, Nissan Serena terbaru ini dibanderol dengan harga sekitar Rp 448 sampai Rp 465 juta on the road Jakarta.

Wah, kira-kira gimana nih perkembangan Nissan Serena dari generasi ke generasi? Makin modern dan mewah ya.