Sulit Akses Akibat Longsor, Pertamina Habiskan 8 Jam Di Laut Ke Labuan Bajo

Sulit Akses Akibat Longsor, Pertamina Habiskan 8 Jam di Laut ke Labuan Bajo Ilustrasi SPBU Pertamina

KabarOto.com - Beberapa wilayah di Indonesia tengah mengalami bencana alam. Mirisnya, akses menuju lokasi evakuasi sulit dijangkau dengan kendaraan normal untuk memberi bantuan. Salah satunya Laboan Bajo yang terkena longsor pada pekan lalu. Lokasinya cukup sulit dijangkau oleh Pertamina, untuk memasok Bahan Bakar Minyak (BBM).

Lokasi longsor tepatnya berada di daerah Cekonobo, Desa Culu, sekitar 16 KM arah Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Namun, terjadinya bencana alam pada (07/03) lalu tidak menyurutkan Pertamina untuk tetap memasok BBM.

Jika biasanya memasok BBM ke Labuan Bajo menggunakan jalur darat selama 5 jam, kali ini berbeda karena jalurnya terputus. Pertamina menggunakan jalur laut yang memakan waktu hingga 8 jam.

Baca juga: Banjir Di Kabupaten Bandung, Pertamina Jamin Pasokan BBM Dan LPG Terpenuhi

Pertamina membawa 4 mobil tangki dengan beberapa jenis BBM yang dibutuhkan di daerah bencana dan terdampak. Tiga mobil dengan double kompartemen membawa Premium sebanyak 24 KL dan BioSolar sebanyak 24 KL. Nah, satu mobil lain membawa minyak tanah sebanyak 5 KL.

pertamina

"Keempat mobil tangki ini berangkat pada Jumat malam melalui Pelabuhan ASDP Bima sekitar pukul 22.00 WITA, dan telah tiba pada sekitar pukul 06.00 WITA di Pelabuhan ASDP Labuan Bajo. Dan langsung bisa melayani SPBU Sabtu pagi ini," Unit Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Rustam Aji.

Sesuai yang dikatakan Rustam Aji bahwa sejak Sabtu (09/03) SPBU sudah melayani pembelian BBM, terdapat tiga lokasi yang bisa dikunjungi oleh masyarakat terdampak. Tentu pasokan yang diberikan Pertamina, bahkan tidak hanya bensin, dapat membantu mempercepat kembalinya operasional masyarakat terdampak.

SPBU yang sudah beroperasi yaitu SPBU 54.865.02, SPBU 54.865.06, dan SPBU 54.865.01, dengan penyaluran rata-rata harian untuk bensin sebesar 48 KL dan Solar sebesar 32 KL. Sementara kebutuhan rata-rata Avtur untuk memenuhi kebutuhan penerbangan di Bandara Komodo dipasok sebesar 15 KL/hari.

Baca Juga: Jokowi: "Saya Sampaikan Bahwa Kita Siap Gelar MotoGP"

Rustam juga mengatakan bahwa Pertamina akan melakukan yang terbaik, "Saat ini, stok BBM dalam kondisi yang aman dan kami akan terus menggunakan beberapa upaya terbaik untuk tetap memasok ke daerah terdampak.

Tidak sendiri, Pertamina juga terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah serta instansi terkait. Hal ini dilakukan demi kelancaran distribusi BBM tersebut, dan tetap mengutamakan aspek HSSE (Health, Safety, Security, Environment) dalam operasionalnya.