Tebal Tidak Menentukan Coating Mobil Bagus, Begini Penjelasannya

Tebal Tidak Menentukan Coating Mobil Bagus, Begini Penjelasannya Hasil coating Scuto Indonesia (Dok : Scuto Indonesia)

KabarOto.com – Mungkin banyak orang salah sangka soal coating mobil. Di mana coating semakin tebal semakin bagus, padahal sejatinya bukan itu tujuannya.

“Orang salah kira, jadi coating semakin tebal semakin bagus. Padahal bukan itu tujuannya, namanya saja Nano Ceramic, itu kan partikelnya kecil jadi dia harus meresap ke dalam dan mengisi pori-pori di cat,” ujar Sugiarto Ongko selaku CEO Scuto Indonesia.

Baca Juga : Scuto Indonesia Raih Superbrands Untuk Ketiga Kalinya

Oleh karena itu biasanya kalau kita tidak meng-coating mobil, tidak ada efek daun talas saat mobil terkena air, karena pori-pori cat mengikat air. Sementara jika coating telah diaplikasikan, pori-pori itu tertutup, sehingga air tidak mudah menempel. Ini yang disebut efek daun talas.

Cairan coating sendiri kualitasnya berbeda-beda, ada yang tidak bisa mengeras. Namun Scuto menjamin bahwa cairan yang digunakannya benar-benar bisa mengeras sempurna dengan kekerasan 9H. Lalu finishing-nya bening, sehingga mobil tampak lebih jernih.

Mobil sesudah di-coating juga harus dilakukan perawatan. karena kotoran, atau kerak pun masih bisa menempel di lapisan coating-nya. Sehingga agar mobil selalu tampil prima, dilakukan perawatan setidaknya 6 bulan sekali.

Lalu apakah coating akan hilang terkikis jika pemilik selalu mencuci mobil? “Coating itu tidak akan hilang walau disemprot dengan air bertekanan tinggi, karena coating sifatnya permanen. Coating hanya hilang kalau memang cat terangkat, diamplas, atau dipoles dengan kompon abrasif,” jelas Dimas Aji Charaka selaku Area Manager Scuto Indonesia.