Terlihat Sepele, Pasang Busi Baru Dan Bekas Ternyata Ada Triknya Lohh!

Terlihat Sepele, Pasang Busi Baru dan Bekas Ternyata Ada Triknya Lohh! Busi Kendaraan

KabarOto.com - Memasang busi ke lubang mesin kendaraan, terkadang memang terlihat sangat sepele. Namun jika pemasangan tidak dilakukan secara benar, ternyata dapat mengalami masalah di kemudian hari. Mengingat pemasangan busi itu memiliki tata cara tersendiri lohh, sobat!

Diko Octaviano, Technical Support PT NGK Busi Indonesia menjelaskan, pemasangan busi itu membutuhkan cara tersendiri, untuk mencegah komponen itu terlalu kencang dan berdampak pada busi retak atau patah di bagian insulator atau di ulir busi itu sendiri.

"Perlu diketahui betul bagi masyarakat adalah memasang busi dengan benar. Caranya juga mudah, langkah awal putar busi pada bagian insulator dengan tangan, setelah busi sudah mengencang dan tidak bisa diputar lagi, kencangkan dengan perkakas kunci busi. Jika busi yang dipasang dalam kondisi baru, putar sekitar 180 derajat hingga 240 derajat," ujar Diko.

Baca juga: Tips Menjaga Kondisi Mobil Agar Tetap Prima Setelah Mudik Ala Daihatsu

Lebih lanjut Diko pun menambahkan, "Perlakuan yang berbeda untuk busi yang sudah digunakan sebelumnya, dan ingin digunakan lagi. Cukup dengan memutarnya 30 derajat saja atau seperduabelas putaran," bebernya.

Sebagai pembeda antara baru dan bekas pun cukup terlihat, yakni ring busi yang masih baru masih membulat, sementara untuk busi yang sudah pernah digunakan ring-nya sudah pipih.

Busi

"Itulah alasan kenapa busi baru harus dikencangkan dengan jumlah putaran yang lebih besar jika dibandingkan dengan yang bekas. Agar ringnya menjadi pipih dan menjaga busi bekerja secara maksimal," kata Diko.

Baca juga: 4 Komponen Yang Wajib Di Cek Pasca Mudik Lebaran

Sekadar informasi, pemasangan busi tidak sesuai, dampaknya ternyata dapat merusak mesin. Dalam kondisi mesin yang berjalan itu menimbulkan panas yang akan membuat material metal yang bergesekan lebih keras dan menjadi berubah.

Dampak negatif yang bisa ditemui adalah busi bisa patah saat akan dicabut. Jika itu terjadi, alhasil si pemilik kendaraan harus segera melakukan bubut ulang di bagian lubang busi. Tentunya jika itu terjadi bisa sangat merugikan. Sebaiknya jangan asal mengencangkan baut tanpa memahami seberapa kencang tekanan putaran yang diberikan, ya Sobat!