Terungkap, Ini Alasan Kenapa Mobil Esemka Belum Diproduksi

Terungkap, Ini Alasan Kenapa Mobil Esemka Belum Diproduksi Esemka (istimewa)

KabarOto.com - Kepastian mengenai perkembangan mobil Esemka akhirnya terungkap, berdasarkan informasi yang diterima redaksi KabarOto saat ini Esemka baru lolos uji tipe untuk mesin standar Euro 2. Sementara untuk kendaraan roda empat di Indonesia diwajibkan untuk memiliki standar Euro 4 sejak akhir tahun lalu.

Aturan mengenai standar emisi itu tertulis dalam Peraturan Menteri LHK No.P. 20 Tahun 2017 Tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor roda 4 atau lebih Tipe Baru Kategori M, N dan O. Dalam pasal 2 ayat 1 dikatakan, setiap usaha dan/atau kegiatan produksi kendaraan bermotor tipe baru, wajib memenuhi ketentuan Baku Mutu Emisi Gas Buang standar Euro 4.

Baca juga: Mengintip Pabrik Mobil Esemka, Kata Warga: Sudah Tiga Tahun Beroperasi

Dengan kata lain, jika mobil Esemka tidak memiliki standar Euro 4, mobil ini tidak bisa di produksi secara massal.

"Sertifikat Uji Tipe (SUT) mobil Esemka saat homologasi itu masih Euro 2, dan kalau ingin diproduksi secara massal sekarang harus memenuhi standar Euro 4 untuk bensin," ujar Dewanto Purnacandra, Kepala Subdit Uji Tipe Kendaraan Bermotor Kementerian Perhubungan RI, saat berbincang dengan KabarOto di Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Selain itu, Dewanto menjelaskan, jika Esemka ingin produksi kendaraan dengan mesin bensin, mobil karya anak bangsa itu harus melalui uji tipe kembali, untuk memenuhi persyaratan.

Esemka

"Kalau mau di produksi harus uji lagi untuk Euro 4, dan hingga saat ini belum dilakukan. Seluruh model itu baru memenuhi standar Euro 2," beber Dewanto.

Pun begitu, harapan seakan masih besar untuk mobil Esemka, mengingat Esemka juga tersedia dalam varian diesel. "Kalau untuk varian diesel ada, untuk produksi mungkin menggunakan mesin diesel," kata Dewanto.

Baca juga: SUV Esemka Garuda Mulai Unjuk Gigi

Dewanto sendiri mengakui bahwa Kemnehub telah memberikan SUT untuk 11 tipe mobil Esemka. Namun untuk kapan mobil akan diproduksi massal untuk dipasarkan sampai saat ini belum diketahui.

"Saya lupa datanya saya nggak bawa tapi seingat saya belasan. 11 kalau nggak salah, sudah di uji dan sudah ada SUT-nya. Cuma masalah mau produksi atau tidak nggak tahu," tukasnya.