Waspadai Bahaya Lane Hogger Di Jalan Tol

Waspadai Bahaya Lane Hogger di Jalan Tol

KabarOto.com - Ketika berkendara di jalan tol, banyak ditemui pengemudi yang berjalan statis di jalur paling kanan. Tanpa mereka sadari, arti jalur paling kanan di jalan tol hanya untuk mendahului, bukan untuk berjalan di jalur tersebut tanpa berpindah lagi ke jalur tengah.

Apalagi mengendarainya dengan kecepatan rendah, sudah tentu akan menghambat pengendara lain yang ingin menyalip kendaraan di jalur tengah yang kecepatannya lambat.

Untuk pengemudi seperti ini biasanya disebut Lane Hogger. "Saya menyebut istilah Lane Hogger atau pengemudi bodoh," terang Sony Susmana, Training Safety Defensive Consultant (SDCI).

Baca Juga: Cara Menghindari Aksi Demonstrasi Saat Mengemudi

Sony menganggap, pengemudi itu memiliki SIM, namun dipikirannya mengendarai mobil hanya sebagai operasional, menjalankan saja tanpa melihat aspek keselamatan.

"Menurut mereka, mengemudi itu cuma operasional, selebihnya bukan urusan dia kalau ada orang lain terhambat, terganggu atau sampai mengalami kecelakaan," terang Sony, Selasa (25/05).

Sony mengatakan, di negara-negara maju, para Lane Hogger ini diberikan ketegasan, dengan tilang untuk memberikan efek jera. "Harusnya di kita sdh mesti diterapkan, toh yang over speed juga sudah ditindak," tambahnya.

Permasalahannya, saat ini adalah kemauan petugas untuk menciptakan lalulintas yang tertib dan ideal. "Saat ini sepertinya belum terformat," tambah Sonny.

Lane Hogger ini semakin banyak apabila tidak diberi edukasi atau ditertibkan.

"Potensi kita menjadi Lane Hogger pun besar, akibat dari kelakuan mereka yang dibiarkan," paparnya lagi. Untuk itu, menurut dia dibutuhkan kosistensi dan komitmen sebagai pengemudi yang berkarakter defensive.

Baca Juga: Baca Ini Bila Anda Sering Emosional Saat Mengemudi Mobil

Sony berharap, pengemudi di jalan tol tidak menjadi Lane Hogger, setelah mendahului di jalur kahnan, harus kembali ke jalur tengah. Membiasakan diri hanya 20 detik di lajur kanan.