Chip Semikonduktor Langka, Ini Dampaknya Terhadap Industri Audio

Chip Semikonduktor Langka, Ini Dampaknya Terhadap Industri Audio Full set Audio Ground Zero (Foto: dok Audio Plus Group)

KabarOto.com - Langkanya chip semikonduktor membuat banyak pabrikan mobil di seluruh dunia, yang menghentikan sementara beberapa modelnya. Komponen kecil ini, berguna untuk mendukung fitur infotainment di sebuah mobil.

Tidak hanya perusahaan otomotif yang terdampak chip semikonduktor, industri pendukung seperti audio juga mengalami hal yang sama. Karena, komponen ini begitu berarti dalam sebuah sound system yang memberikan hiburan bagi penumpang di kabin.

Baca Juga: Bisnis Audio Plus Group Menggeliat Saat Pandemik Covid-19

Andreas Tjahjadi CEO Audio Plus Group Indonesia mengatakan, chip banyak digunakan di Digital Signal Processing (DSP). Karena langka, maka sebagian DSP tidak bisa diproduksi. "Namun sebagian bisa diproduksi, dengan chip pengganti yang tentunya berbeda spesifikasi. Harganya pun lebih mahal," terang Andre kepada KabarOto.com, belum lama ini.

Perlu juga peranti chip semikonduktor



Menurut dia, kelangkaan bukan hanya pada chip, tetapi juga banyak pabrikan menghentikan produksi transistor dan capacitor untuk amplifier atau magnet untuk speaker.
"Jadi pengaruhnya pada keterbatasan stok produk audio, khususnya audio mobil yang kami distribusikan atau produksi," tambah Andre lagi.

Langkanya chip ini, tentu menghambat potensi penjualan, karena keterbatasan stok produk. "Tetapi kami masih cukup beruntung, karena merek yang kami distribusikan cukup banyak," jelasnya.

Kebetulan juga menurut Andre, merek yang dijual punya cukup stok di beberapa tipe, sehingga total penjualan mereka masih naik dibanding tahun lalu. Untuk itu, agar bisnisnya tetap jalan meski di tengah kelangkaan komponen, Audio Plus Group mengusahakan ketersediaan stok.

Cara dengan membeli factory direct, untuk brand yang mereka distribusikan seperti Ground Zero dan Silent Coat. "Kami membeli full container sehingga stok kami saat ini masih terbilang banyak," tambah dia.

Baca Juga: Ground Zero, Speaker Mobil Asal Jerman Dijual Rp4 Jutaan

Selain itu, menurut Andre untuk memenuhi kebutuhan konsumen, pihaknya berusaha sebisa mungkin mencari spare part pengganti, sehingga saat ini beberapa amplifier merek Crescendo sudah berhasil diproduksi. "Demikian juga dengan subwoofer. Hanya speaker saja yang saat ini masih mengalami kendala ketersediaan," tuturnya.