Dulu Tak Miliki Sirkuit Yang Layak, Begini Sejarah Pembangunan Sirkuit Sentul

Dulu Tak Miliki Sirkuit yang Layak, Begini Sejarah Pembangunan Sirkuit Sentul Foto: Kipli/KO

KabarOto.com - Sirkuit Internasional Sentul awalnya dibangun untuk memenuhi ekspektasi akan sebuah sirkuit yang berstandar internasional, sirkuit seperti ini saat itu belum ada di Indonesia. Rasanya sulit untuk menggelar balapan internasional jika sirkuit internasional saja belum ada.

Selain itu, alasan lainnya karena kegilaan penggemar otomotif yang ingin mengejar profesinya untuk menjadi seorang profesional di dunia otomotif. Bakat serta potensi yang dimiliki membutuhkan tempat pendukung agar dapat terasah dengan baik.

Berbicara soal tempat, sebelumnya hanya ada satu sirkuit di Indonesia yang berlokasi di Ancol. Hal ini memicu pemikiran bahwa dunia otomotif Indonesia memiliki kekurangan dalam ketersediaan tempat untuk berlatih, serta mengasah kemampuan.

Baca Juga: Absen Lama, Rifat Sungkar Angkat Piala Di Kejurnas Rally Serang Banten 2019

Nah, Sirkuit Ancol dirasa tidak layak untuk digunakan acara berskala Internasional. Sehingga, pembalap Indonesia hanya bersaing satu sama lain, tidak pernah merambah dunia balap Internasional. Prestasi yang di dapat pun mandek dan tidak dapat digerakkan secara optimal.

Dianggap tidak layak untuk master plan Jakarta, akhirnya Sirkuit Ancol digusur. Setelah itu, muncul keinginan untuk membangun sirkuit yang memenuhi persyaratan FIA (Federasi Otomotif Internasional). Pilihan jatuh pada sebidang tanah di sebuah Desa Kadumangu, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Lokasi tersebut yang memunculkan nama Sirkuit Sentul. Pembangunan dimulai akhir Januari 1992, dimana desain serta konstruksinya diawasi oleh FIA Safety Agency (agensi otomotif Internasional).

Saat itu John Corsmit masih menjabat sebagai Ketua FIA Safety, ia turun tangan secara langsung untuk mengawasi proyek ini. Kehadirannya tentu dinilai sangat penting agar Indonesia dapat mencapai serta memiliki gelar sirkuit dengan level internasional.

Baca Juga: Animo Meningkat, Trial Game Asphalt Yogyakarta Tambah Kelas Dan Kategori

Ketika gelar tersebut didapatkan, Sirkuit Sentul pun mulai beroperasi. Indonesia mampu mengadakan acara balap bergengsi dalam skala Internasional seperti GP 500 dan Formula 1.

Pada 6 Desember di tahun yang sama, Sirkuit Sentul dibuka kecil-kecilan. Tahun berikutnya, tepatnya pada 22 Agustus 1993 dilakukan Grand Opening bersamaan dengan Indonesian Grand Prix yaitu Formula Brabham Racing, yang berlangsung pada 21-22 Agustus 1993.

Baca Juga: Toyota Team Indonesia Kembali Kuasai Podium Kejurnas Gymkhana Cianjur

Sempat menjadi tuan rumah ajang balap motor GP500 pada 1996 dan 1997. Pembalap legendaris Michael Doohan berhasil menorehkan namanya sebagai juara pada 1996, selanjutnya pada 1997 adalah Tadayuki Okada berhasil menjadi juaranya.

Nah, itu adalah balapan kelas internasional terbesar terakhir kala itu. Walaupun akhirnya Sirkuit Sentul menjadi tempat balapan A1 GP pada 2005 dan 2006, selanjutnya ada balapan Formula BMW Asia, Asian F3, dan ATCC.

Seiring berjalannya waktu, Sirkuit Sentul juga sudah mengembangkan daerah dengan membangun arena Sirkuit Karting di utara. Sirkuit ini juga sudah menyelenggarakan Kejuaraan Karting, baik nasional maupun regional.