Hasil Pengujian BPPT, Kendaraan Listrik Jauh Lebih Irit

Hasil Pengujian BPPT, Kendaraan Listrik Jauh Lebih Irit Mitsubishi i-MiEV yang sedang diisi listrik (BPPT)

KabarOto.com - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah meluncurkan dua Stasiun Pengisian Listrik atau Electric Vehicle Charging Station (EVCS). Yakni fast charging station 50 kW dan smart charging station 20 kW. Kini BPPT juga melakukan road trip atau pengetesan terhadap kendaraan listrik yang telah diisi di charging station miliknya.

Berbagai jenis kendaraan listrik yang mengikuti rangkaian perjalanan tersebut sebelumnya telah diisi daya listrik pada fasilitas EVCS yang diresmikan pada Rabu (5/12) di Kantor BPPT Thamrin Jakarta. Selanjutnya kendaraan listrik itu melakukan perjalanan menuju fasilitas B2TKE BPPT di Puspiptek, Tangerang Selatan.

Tercatat dari hasil konvoi sejumlah kendaraan listrik itu menempuh jarak 39 km dari Thamrin menuju Serpong. Nah, hasilnya, bus listrik besutan PT Mobil Anak Bangsa mengkonsumsi energi sebesar 33,15 kWh atau setara dengan 48 ribu rupiah (dengan asumsi 1 kWh adalah Rp 1.450,-).

"Menempuh jarak 39 km, Mitsubishi i-MiEV hanya mengkonsumsi 5 kWh atau setara dengan 7.250 rupiah, sementara Tesla hanya menghabiskan 17 ribu rupiah," ujar Mohammad Mustafa Sarinanto, Kepala Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE).

Bis listrik buatan Mobil Anak Bangsa

Hasil ini tentunya jauh lebih irit, dibanding dengan mobil bermesin konvensional yang mengkonsumsi bahan bakar non subsidi rata-rata di angka 1:10 atau 1:12 sekalipun.

Lebih lanjut Mustafa mengatakan, dengan adanya EVCS, BPPT diharapkan dapat menginisiasi tumbuh dan berkembangnya stasiun pengisian listrik di Indonesia. Selain itu mereka juga mendorong masyarakat untuk beralih dari penggunaan mobil berbahan bakar minyak ke mobil listrik. "Selain ramah lingkungan, keunggulan lain penggunaan kendaraan listrik adalah efisiensi konsumsi energi," ujarnya.

Baca Juga: Keren, Mercedes-Benz Rilis 2 Bus Teranyar Di Tangerang

Namun, lebih lanjut Insinyur Kepala Tim Kendaraan Listrik BPPT Ganesha Tri Chandrasa menyebutkan, bahwa durasi atau lamanya waktu yang diperlukan untuk mengisi baterai menjadi salah satu kendala yang dihadapi mobil listrik.

"Untuk mengisi baterai mobil listrik hingga penuh membutuhkan waktu 4-5 jam. Hal ini sangat berbeda dibandingkan dengan mobil BBM yang hanya memerlukan waktu beberapa menit untuk dapat terisi penuh," ujar Ganesha.

Baca Juga: Charging Station BPPT Hasil Kolaborasi Tenaga Listrik PLN Dan Tenaga Surya

Untuk itu, fast charging station BPPT seakan telah menjawab kendala tersebut, karena telah mampu melakukan pengisian baterai mobil listrik kurang dari satu jam. Kendaraan dengan soket pengisian daya tipe CCS, Chademo dan kabel tipe 2 dapat diisi di EVCS milik BPPT.

"Kendaraan dengan soket pengisian daya tipe CCS, Chademo dan kabel tipe 2 dapat diisi di EVCS milik BPPT. Bila diisi di fast charging station Thamrin yang mempunyai kapasitas 50 kV, Tesla model X membutuhkan waktu 1,5 jam untuk mengisi baterai 75 kWh yang dapat dipakai untuk menempuh jarak sampai 380 km. Sementara Mitsubishi i-Miev dengan kapasitas baterai 16 kWh hanya perlu sekitar 20 menit untuk pengisian," urainya.