Kampas Rem Cepat Habis? Ini Sebabnya

Kampas Rem Cepat Habis?  Ini Sebabnya Kampas yang tak sesuai bisa jadi salah satu alasannya (Foto: Kipli)

KabarOto.com - Komponen yang jarang diperhatikan salah satunya adalah kampas rem. Biasanya pemilik kendaraan baru mengecek kampas rem saat berbunyi. Padahal kampas rem berbunyi menandakan ada permasalahan, dan mungkin sudah terlambat untuk sekadar mengganti kampas rem saja.

Saat ini tersedia berbagai macam kampas rem di pasaran, baik asli bawaan motor maupun yang KW. Spesifikasi kampas rem dapat dilihat dari kode koefisen geseknya. Misalnya bawaan pabrikan memiliki kode FF, maka sebaiknya pilih kampas rem dengan kode yang sama atau GG yang memiliki koefisien gesek yang lebih tinggi lagi.

Namun seringkali kampas rem habis sebelum waktunya. Mau tidak mau pengendara harus merogoh kocek kembali untuk membeli kampas rem yang baru. Menurut Budi dari bengkel JMS, Jakarta Barat, Senin (9/4/2018), ada beberapa faktor kampas rem cepat habis dari semestinya. Hal ini lebih banyak disebabkan faktor eksternal.

Faktor pertama adalah piston rem macet dan tidak mau balik, sehingga rem terus bergesekan dengan rotor atau piringan cakram. Selanjutnya adalah kebiasaan menginjak atau menarik rem namun gas pun tetap dalam kondisi open throttle.

Baca Juga: Ini Indikasi Rem Cakram Minta 'Jajan'

“Kesalahan yang berikutnya adalah salah memilih kualitas kampas rem. Misalnya memilih rem berbahan asbes yang umumnya lebih lunak, nah ini yang bisa kampas rem cepat habis juga,” terang Budi.

Lebih lanjut dijelaskan, kampas rem yang sudah habis dan bergesekan dengan cakram tidak menjadi sebab pasti rem terkunci, kecuali piringan cakram tidak rata atau bengkok, sehingga memuai akibat panas gesekan, inilah yang menjadi salah satu hal terkuncinya rem.

“Pada umumnya, pabrikan sudah merancang kaliper dan piston serta volume minyak rem sedemikian rupa agar hal tersebut tidak terjadi. Artinya ketika rem sudah habis, posisi piston dirancang di posisi maksimal agar tidak menekan kampas rem lebih jauh lagi, sehingga terhindar dari rem yang terkunci. Begitu pun dengan volume minyak rem, saat rem habis, minyak rem akan turun, sehingga tidak bisa lagi mendorong piston rem,” paparnya.

Begitu juga ketika motor/ mobil sering melewati jalan berpasir dan berlumpur tidak sepenuhnya menjadi penyebab kampas rem cepat habis atau terkunci. Artinya selama butiran pasir tersebut tidak masuk dan merusak seal piston pada kaliper, kampas rem akan tetap bekerja dengan baik. “Pada saat rem dilepas, butiran pasir yang menempel pada rem akan lepas, sehingga tidak merusak rem,” tutup Budi.