Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Kendaraan Listrik Berkembang, Industri Komponen Otomotif Terancam Bubar

Sabtu, 28 November 2020
Kendaraan Listrik Berkembang, Industri Komponen Otomotif Terancam Bubar

Para pekerja di pabrik komponen otomotif (Foto: Istimewa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Pemerintah Indonesia, sampai hari ini masih terus mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia. Tujuannya menghadirkan udara bersih bebas polusi, yang selama ini dihasilkan oleh kendaraan berbahan bakar minyak.

Bahkan, insentif sudah dikeluarkan, tidak mengenakan pajak bagi kendaraan listrik. Diharapkan, harganya lebih murah, dan masyarakat tertarik menggunakan kendaraan ramah lingkungan.

Baca Juga: Sepeda Listrik Ambulans Jadi Kendaraan Darurat Medis

Lalu bagaimana jika kendaraan listrik ini benar-benar sudah berkembang dan banyak digunakan di Tanah Air? Karena di belakang kendaraan konvensional, banyak industri komponen lokal yang memasok untuk pabrik-pabrik mobil dan motor.

Dr. Ir. Riyanto M.Si, Senior Researcher LPEM-FEB UI mengatakan, mereka pernah melakukan simulasi dampak dari mobil listrik. Dampaknya untuk industri komponen kita akan besar, ini yang dikhawatirkan oleh Kementerian Perindustrian," jelas dia dalam diskusi virtual, yang digelar Forum Wartawan Otomotif Indonesia (Forwot) dan Forum Wartawan Industri (Forwin), beberapa waktu lalu.

Mobil listrik Hyundai sudah mulai dipasarkan di Indonesia

Ia mengatakan bahwa yang pertama perlu disadari bersama, sumbangan industri otomotif di Indonesia pada perekonomian besar. "Penyerapan tenaga kerja dari tier 1 sampai 3 cukup besar," terangnya. Industri ini juga memberi nilai tambah untuk ekspor.

"Pasti ada yang terdistribusi dan mati komponennya. Mobil listrik komponen dalamnya pakai baterai," terang dia. Imbas industri komponen ini juga harus diperhatikan oleh pemerintah, bagaimana mereka bisa beralih secepatnya, secara bertahap. agar industri ini tidak kolaps, yang mengakibatkan banyak tenaga kerja alami PHK.

"Saya kira dampaknya besar juga untuk tenaga kerja yang tadinya bekerja di komponen mobil biasa," tambah Riyanto lagi. Menurutnya, kekhawatiran ini perlu dimitigasi dari sekarang.

Baca Juga: General Motor Tambah Investasi Hingga Rp 378 Triliun Untuk Kendaraan Listrik

Di sisi lain, ia mempertimbangkan arah industri pada kendaraan kombinasi dua sumber daya, bahan bakar minyak dan listrik yang dalam hal ini adalah plug-in hybrid. Industri komponen tetap tumbuh seiring langkah membudayakan kendaraan listrik yang minim polusi. "Kalau plug-in kan tumbuh dua-duanya sehingga kalau industri listrik masuk, perlahan bisa menyesuaikan," kata dia.

Tags:

#Industri Komponen Otomotif #Fasilitas Mobil LIstrik
Google
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang

Bimo Hariyadi

Lulusan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta yang memiliki pengalaman di bidang jurnalistik. Karier dimulai sebagai jurnalis dengan fokus pada peliputan, riset, verifikasi data, serta penyusunan berita yang akurat, berimbang, dan sesuai kaidah jurnalistik. Saat ini aktif sebagai penulis otomotif, menghasilkan berbagai artikel, ulasan kendaraan, berita industri, serta konten informatif yang mengedepankan akurasi data dan kemudahan dipahami oleh pembaca. Pengalaman di dunia jurnalistik menjadi fondasi dalam menyajikan informasi yang kredibel dan relevan. Menguasai pengelolaan media sosial, mulai dari perencanaan konten, penulisan caption, hingga penyesuaian strategi komunikasi di berbagai platform digital. Kemampuan itu didukung oleh pemahaman terhadap tren media digital dan kebutuhan audiens, sehingga mampu menghasilkan konten yang informatif, menarik, dan memiliki nilai kuat.
Show More
Follow Me

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan