Hankook Tambah Investasi 1,6 Miliar Dollar Untuk Pabriknya

Hankook Tambah Investasi 1,6 Miliar Dollar untuk Pabriknya Hankook

KabarOto.com - Perusahaan ban Hankook Tire mengumumkan, akhir Agustus lalu Dewan Direksi telah menyetujui investasi sebesar 1,6 Miliar Dollar AS, untuk memperluas Pabrik Tennessee di Clarksville, Amerika Serikat.

Perluasan tahap ke-3, akan membawa 400 lapangan pekerjaan ke daerah tersebut, dengan total 1.200 pekerjaan baru secara keseluruhan.

Hankook akan menggandakan produksi PC/LT hingga 11 juta unit, dan memungkinkan untuk memproduksi hingga 1 juta ban truk, radial dan bus (TBR) setiap tahunnya di Amerika Serikat.

“Investasi di pabrik Tennessee menunjukkan pertumbuhan Hankook di Amerika Serikat dan bukti komitmen untuk melayani pelanggan kami,” ujar Sooil Lee, CEO Hankook Tire & Technology sekaligus President of Hankook Tire America Corp.

Baca Juga: Mulai Rp1,7 Jutaan, Hankook Luncurkan Ban Dynapro AT2 Xtreme Di Indonesia

Sejak pabrik canggih Hankook dibuka pada Oktober 2017 di Tennessee, perusahaan telah memproduksi 5,5 juta ban setiap tahun untuk pasar Amerika Utara, dan menghasilkan 950 pekerjaan.

Pasar Amerika Utara menyumbang lebih dari 28% dari total penjualan Ban Hankook pada tahun 2021. “Perluasan produksi ini merupakan langkah yang penting untuk pertumbuhan pasar Truk menengah, menjadikan Hankook sebagai salah satu produsen yang memproduksi produk TBR di Amerika Serikat,” ucap Rob Williams, Senior Vice President, North America Sales, Hankook Tire America Corp.

Baca Juga: Targetkan Tumbuh 42% Tahun Ini, Berikut Laporan Keuangan Ban Hankook

Hankook berharap akan melakukan terobosan pada pabrik baru di awal 2023, tergantung pada kesepakatan, persetujuan peraturan dan kondisi lainnya. Produksi ban di tahap baru akan dimulai pada kuartal 4 tahun 2024, dan mencapai kapasitas penuh pada awal 2026.

Pabrik Tennessee Hankook berlokasi di luar International Boulevard, di bagian selatan Corporate Business Park. Pabriknya beroperasi pada 8 lokasi produksi di 5 negara di dunia, termasuk Amerika Serikat, Hungaria, Indonesia, Tiongkok dan Korea.