Lestarikan Lingkungan, Hankook Tire Panen Sayuran Dan Tanaman Hias Organik

Lestarikan Lingkungan, Hankook Tire Panen Sayuran dan Tanaman Hias Organik

KabarOto.com - Tak hanya menyediakan ban untuk kendaraan bermotor, PT Hankook Tire Indonesia juga ikut melestarikan lingkungan di sekitar kawasan industri.

Sejak 2019, Hankook Tire melangsungkan program Desa Binaan pada masyarakat Desa Cicau. Program tersebut melaksanakan kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal melalui kebun hidroponik.

Nah, dalam pelakasanaannya Hankook Tire juga bekerja sama dengan yayasan Dompet Dhuafa sebagai mitra pelatihan hidroponik.

"Melalui program Desa Binaan kami ingin masyarakat memiliki kesadaran mengelola lingkungan sekaligus mampu berdaya secara ekonomi," ujar Ade Mahendra selaku Assistant Manager CSR & Public Relations.

Baca Juga: Toyota Astra Motor Genjot Atlet Nasional Ke Jenjang Olimpiade

Sobat KabarOto mungkin sudah tidak asing dengan kebun hidroponik. Di perkotaan yang memiliki lahan minim, berkebun dengan cara ini menjadi pilihan menarik.

Ini merupakan kegiatan pertanian dan perkebunan non-konvensional yang memanfaatkan lahan non-pertanian. Kalau dalam kasus ini lahan yang digunakan adalah pemukiman warga di kawasan industri.

Baca Juga: Kenali Jenis-jenis Ban Off-road

Kalau Sobat KabarOto penasaran, sebenarnya kebun hidroponik menggunakan peralatan yang ekonomis lho. Antara lain air, tanah, dan pipa. Jadi, kebun hidroponik bisa diterapkan oleh siapa pun dengan memanfaatkan sumber daya yang terbatas.

Hankook Tire melalui program Desa Binaan memberikan beberapa pelatihan kepada masyarakat, yaitu penanaman sayuran hidroponik, pembuatan biopori atau lubang resapan air, pemilihan sampah rumah tangga, penanaman pohon dan tanaman hias, dan pelatihan pemasaran sayuran.

Serunya, Sabtu (22/02) kemarin Hankook Tire yang diwakili oleh Ade Mahendra, Kepala Desa Cicau Maman M Fahlefi, dan pemerhati lingkungan menggelar panen massal. Periode kali ini diikuti 30 warga desa dan memproduksi berbagai macam sayuran dan tanaman hias.

"Produksi kebun ini dapat dijual kembali ke masyarakat lainnya, bahkan didistribusikan ke pasar maupun pusat perbelanjaan. Selain itu, peserta program juga dapat mengkonsumsi hasil kebun tersebut bagi pemenuhan gizi keluarga," papar Ade.

Baca Juga: Manakala Ban Mobil Sering Kempis Terus, Periksa Juga Bagian Sini

Sayuran yang diproduksi pun ada berbagai jenis antara lain kangkung, bayam, pakcoy, dan selada air. Ada pun tanaman hias seperti pucuk merah, brokoli kuning, brokoli hijau, bambu air, lavender, dan banyak lagi.

Sayuran dan tanaman hias yang dipanen bakal dijual dengan harga yang komptetitif. Jenis sayuran sawi, pakcoy, dan selada air dijual Rp 5.000 per 200 gram.

Sayuran organik kini tengah diburu karena memiliki kualitas organik dan tidak menggunakan pestisida dalam proses penanamannya. Jadi, tanaman organik memiliki kecenderungan yang minim terkontaminasi zat kimia.