Sejarah Aprilia Racing Di Ajang Balap MotoGP

Sejarah Aprilia Racing di Ajang Balap MotoGP Aprilia Racing

KabarOto.com - Setelah resmi menjadi tim pabrikan yang berdiri sendiri, Aprilia Racing mengaku siap memimpin MotoGP 2022 dengan teknologi dan strategi yang akan membawa nostalgia kejayaan balapnya di Grand Prix terdahulu.

Balap Grand Prix diklaim merupakan teritori yang akrab bagi Aprilia, dengan mendirikan pabrik yang berhasil masuk ke Kejuaraan Dunia pada 1980-an dengan kelas 125 cc dan 250 cc. Pembalap seperti Loris Reggiani dan Alessandro Gramigni membantu memulai jalur sukses dalam balapan untuk Aprilia.

Kelas 125 cc dan 250 cc sendiri klaimnya telah menjadi bukti tim Aprilia Racing mampu berjaya pada masanya dan melahirkan banyak pembalap hebat yang akhirnya naik ke kelas 500cc atau MotoGP pada waktu itu.

Baca juga: Optimisme Trio Pembalap Aprilia Racing Di MotoGP Tahun Ini

Tidak sedikit di antaranya bahkan merasakan gelar juara dunia bersama tim Aprilia Racing, termasuk pembalap legendaris Valentino Rossi yang menjuarai balapan kelas 125cc pada 1997 silam. Lalu, saat jadi terbaik di kelas 250cc pada tahun 1999, pembalap asal Italia itu kembali menempati posisi pertama saat memperkuat tim Aprilia Racing.

Sementara itu, di pertengahan dekade 1990-an, Aprilia memutuskan mengambil lompatan besar dengan memasuki balapan kategori 500 cc, yang sebelumnya selama lebih dari seperempat abad didominasi oleh pabrikan Jepang.

Tantangannya diakui tidak mudah di tahun-tahun awal (1996-2000), namun duo kepemimpinan Ivano Beggio sebagai presiden dan insinyur berkebangsaan Belanda Jan Witteveen sebagai manajer teknis, bekerja keras mendongkrak performa para pembalap kelas dunia seperti Loris Reggiani, Tetsuya Harada, dan Jeremy McWilliams di berbagai lintasan dunia.

Baca juga: Aprilia RS-GP, Siap Ikut Perebutan Gelar MotoGP 2022

Begitupun ketika regulasi teknis MotoGP berubah seiring peralihan dari kategori 500cc ke 990cc, tim Aprilia Racing berambisi untuk menantang para raksasa Jepang dengan meluncurkan prototipe 3-silinder ringan, RS Cube.

Sayangnya, terlepas dari upaya para pembalap berbakat yang ditunjuk, hasil yang diinginkan tidak cukup memenuhi ekspektasi, sehingga tim Aprilia Racing keluar dari balapan MotoGP pada akhir musim 2004.

Meski begitu, kesuksesan terus berlanjut di kategori yang lebih kecil, yakni pada segmen 125cc. Bersama gelombang baru talenta balap Italia, tim Aprilia Racing berhasil menjuarai dua musim balap berurutan, yakni pada tahun 2002 dan 2003.

Setelah vakum cukup lama, tim Aprilia Racing akhirnya kembali balapan di lintasan MotoGP pada 2015, yang didukung oleh Piaggio Group sebagai induk yang telah menaungi pabrikannya sejak 2004 silam.

Tim Aprilia Racing tidak sendiri saat kembali ke MotoGP, melainkan membuat kesepakatan kolaborasi dengan Gresini Racing hingga 2021.

Setelah berhasil mencetak beberapa kemenangan di dua musim terakhirnya bersama Gresini Racing, tim Aprilia Racing akhirnya memutuskan untuk tampil sepenuhnya sebagai tim pabrikan.

Aprilia Racing resmi menjadi Factory Team di MotoGP tepat pada peringatan ketiga puluh gelar Kejuaraan Dunia GP Motor Racing pertama Aprilia, yang dimenangkan bersama Alex Gramigni.

Baca juga: Kompetitif Di MotoGP Tahun Ini, Begini Awal Mula Terbentuknya Merek Aprilia

Tahun 2022 menandai waktu yang penting bagi Aprilia Racing dalam sejarahnya di ajang MotoGP yang terhitung muda. Dengan dua pembalap utama, Aleix Espargaró dan Maverick Viñales, serta livery baru RS-GP 2022.

Aprilia Racing Team juga telah memperkenalkan versi terbaru dari RS-GP dengan beberapa perbedaan dari versi sebelumnya seperti tambahan garis ungu dan logo Aprilia yang lebih besar.