Begini Cara Baca Kode-kode Jenis Ban

Begini Cara Baca Kode-kode Jenis Ban Cara Baca Kode-kode Jenis Ban. Foto: Wandha

KabarOto.com - Zaman sekarang sudah banyak perempuan yang menyetir sendiri untuk menjalani kegiatan sehari-harinya. Tapi dapat dikatakan juga bahwa masih banyak pengemudi yang belum paham dengan instruksi yang ada pada mobil.

Selain bagian mesin, permasalahan pada ban mobil juga menjadi masalah yang serius loh. Karena tidak sedikit permasalahan yang terjadi ketika di jalan raya. Seperti ban kurang angin, bocor, bahkan pecah. Dan tidak banyak juga pengemudi perempuan yang sudah memahami seluk-beluk pada mobilnya.

Baca juga: Jalanan Beton Bikin Ban Mobil Haus, Apakah Itu Benar?

Contoh permasalahan yang paling sepele adalah ban mobil kekurangan angin. Tentu sobat KabarOto pernah mendengar ukuran tekanan angin 30, 32, 35 dan lainnya. Tapi berapa ukuran yang tepat untuk mengisi angin pada ban mobil?

Sebelum terjadi peristiwa ini ada baiknya pahami terkait tekanan ban. Nini, karyawan Saputra Ban BSD menjelaskan, "Kalo mau lihat ada stiker yang nempel di pinggir pintu setir."

Stiker tersebut merupakan catatan dari pabrik, terkait ukuran ban, lebar ban, beban maksimal serta ukuran tekanan angin yang dianjurkan.

Supaya lebih mudah memahami, yuk coba diulas dengan contoh kode pada stiker yang tertulis 185/55R16 83H, tepat dibawahnya tertulis kPa (kgf/cm2)psi, pasti masih membingungkan ya.

Baca juga: Tak Hanya Mobil Penumpang, Hankook Juga Merilis Ban Untuk SUV

Angka 185 pada kode adalah ukuran dari lebar ban. Nah, lebarnya ini adalah bagian yang terkena aspal, atau jalanan. Angka ini disebutkan menggunakan satuan milimeter. Angka berikutnya yaitu 55 yang menunjukkan perbandingan tinggi atau tebalnya ban dengan sisi lebarnya tadi.

Selanjutnya bukan angka tapi huruf yang biasanya ada bermacam-macam kode, seperti B atau R. Pada contoh ini tertulis kodenya R, maksudnya jenis ban yang digunakan adalah radial. Sedangkan kode B masuknya pada jenis ban bias.

Kemudian terdapat dua digit angka lagi yang tertulis 16. Nah, angka ini menunjukkan ukuran pelek yang digunakan oleh mobil tersebut. Di mana diameter pelek bawaan pabriknya adalah 16 inci. Biasanya bagian ini sering menjadi bahan modifikasi nih diganti ring yang berbeda model, atau bahkan ukurannya.

Baca juga: Memasang Ban Mobil Baru Sebaiknya Di Depan Atau Belakang? Ini Jawabannya

Contoh pelek modifikasi

Angka terakhir yang tertulis, yaitu 83 merupakan kode indeks beban maksimal. Kode indeks beban ada bermacam-macam, mulai dari yang paling rendah yaitu 30 dan paling tinggi 90-100. Untuk kode 83 beban maksimalnya berkisar 450-580 kg.

Sedangkan huruf terakhir yang ada pada barisan merpakan kode kecepatan ban. Huruf H menunjukkan kecepatan maksimal ban tersebut 210 kpj. Ada sekitar 21 kode kecepatan yang mengandung kecepatan maksimal yang berbeda-beda.

Pada bagian bawah gambar mobil, terdapat deretan angka lagi nih. Nah dua digit di belakang inilah yang digunakan sebagai dasar mengisi tekanan angin. Di stiker ini ban depan diisi angin 33 psi sedangkan ban belakang 32 psi.