Inilah Perkiraan Puncak Arus Mudik Libur Natal Dan Tahun Baru

Inilah Perkiraan Puncak Arus Mudik Libur Natal dan Tahun Baru Ilustrasi perjalanan liburan (KO/Edo)

KabarOto.com - Tak terasa tahun 2019 akan segera berakhir, dan berganti tahun 2020. Banyak masyarakat, yang menggunakan momen akhir tahun untuk melakukan liburan bersama keluarga, hingga keluar kota.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, agar menciptakan kondisi perjalanan yang nyaman dan aman bagi masyarakat, Kementerian Perhubungan telah melakukan sejumlah persiapan.

Baca Juga: Beroperasi Akhir November, Tol Layang Japek II Siap Untuk Mudik Natal Dan Tahun Baru

"Kemenhub telah melaksanakan sejumlah kegiatan, seperti peningkatan kualitas layanan mulai saat pembelian tiket dan terusannya, peningkatan ketertiban dan keamanan pada simpul-simpul transportasi, hingga menjamin ketersediaan sarana transportasi jalan, laut, udara, dan KA," ujar Budi.

Guna memonitor pelaksanaan dan pengawasan, Kemenhub juga akan melakukan pemantauan selama 19 hari yang dimulai pada H-6 angkutan Natal 2019 (19 Desember 2019) sampai dengan H+6 angkutan Tahun Baru 2020 (6 Januari 2020).

Fokus melalukan pengaturan disejumlah lokasi wisata

Budi memperkirakan, puncak arus libur akan dimulai pada hari Jumát tanggal 20 Desember 2019 sampai dengan hari Selasa tanggal 24 Desember 2019. Sedangkan puncak arus balik, diperkirakan dimulai pada hari Minggu tanggal 29 Desember 2019 sampai dengan hari Selasa tanggal 31 Desember 2019.

"Adapun konsentrasi pengaturan kami lakukan pada Jalur di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Penyeberangan Danau Toba, Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, Kepulauan Maluku," ujar Budi.

Ia menambahkan, sejumlah lokasi wisata juga menjadi prioritas pengaturan lalu lintas. "Jalur wisata antara lain Puncak Bogor, Bandung, Malang, Solo, Yogyakarta, Parapat Toba dan lokasi-lokasi lainnya yang menjadi tempat perayaan pergantian tahun," jelasnya.

Baca Juga: Jelang Liburan Akhir Tahun, BMW Adakan Program Safety Driving

Tahun ini, Kemenhub memprediksi terdapat sebanyak 16,4 juta penumpang yang akan melakukan perjalanan pada angkutan liburan Natal dan Tahun Baru. Angka ini turun 0,18 persen dibandingkan tahun lalu.

"Prediksi jumlah penumpang memang yang paling banyak di darat, karena jalan tol itu banyak bertambah. Kita prediksikan naik 4-5 persen. Sementara yang lain itu rata. Udara mungkin turun sedikit," pungkas Budi.

Sebagai informasi, pada tahun ini, Pemerintah dan Para Operator Angkutan telah menyiapkan sarana angkutan sebanyak 50.317 unit bus (AKAP, AKDP dan Pariwisata), Moda penyeberangan sebanyak 228 kapal Ro-Ro, Moda kereta api sebanyak 404 unit, Moda laut sebanyak 1.293 unit kapal, dan Moda udara sebanyak 495 unit pesawat.