Masalah Porpoising Dan Kebijakan FIA, Panaskan Atmosfer Tim Di Formula 1

Masalah Porpoising dan Kebijakan FIA, Panaskan Atmosfer Tim di Formula 1 Foto: Formula 1

KabarOto.com - Formula 1 musim 2022 menjadikan porpoising sebagai masalah utamanya, beberapa tim kesulitan akibat masalah ini pada mobil-mobilnya. Red Bull Racing dan Scuderia Ferrari menjadi tim yang dianggap berhasil mecari jalan keluarnya, sementara tim lain termasuk Mercedes-AMG Petronas sebagai juara dunia konstruktor 8 kali di F1 juga tidak berdaya.

Porpoising adalah gejala mobil memantul-mantul saat melaju kencang di lintasan lurus, hal ini dikarenakan efek downforce pada kendaraan yang tidak maksimal. Porpoising sendiri adalah downforce yang terhenti akibat ground effect. Mobil dalam kecepatan tinggi akan menghasilkan downforce, maka ketinggian mobil pun ikut turun. Hal ini membuat aliran udara yang masuk ke tunnel berkurang.

Saat aliran udara berkurang, maka downforce pun berkurang. Alhasil ketinggian mobil juga kembali naik, menyebabkan mobil terpental ke atas dan ke bawah ketika mencapai kecepatan tertentu di lintasan lurus, dan itu berlangsung terus-menerus.

Fenomena semacam ini terakhir kali ditemukan pada awal 1980-an, saat mobil-mobil F1 memiliki ground effect sebagai bagian dari regulasi aerodinamika.

Baca juga: FIA Siapkan Aturan Teknis Mengatur Porpoising

Mercedes-AMG Petronas belum menemukan jalan keluar dari porpoising

Jelang balapan di Montreal, Kanada minggu lalu, FIA mengeluarkan arahan teknis untuk mengurangi efek porpoising yang dianggap bisa mempengaruhi fisik dan keamanan para pembalap saat di dalam mobil. Arahan ini diharapkan akan mengurangi dampak dari porpoising, memperketat pengawasan skid block dan menerapkan batas aman pantulan (porpoising) saat di lintasan.

Sementara untuk ke depannya, pihak FIA dan tim F1 juga akan membahas perubahan regulasi untuk menghilangkan porpoising. Sayangnya aturan ini memanaskan suasana sesama tim di F1, seperti Red Bull Racing dan Scuderia Ferrari yang keberatan dengan perubahan regulasi 2022 karena jadinya kedua tim harus mengubah desain mobil, karena saat ini kedua tim menjadi yang tercepat dan minim porpoising di mobil-mobilnya.

"Porpoising adalah menjadi tanggung jawab tim desain, tim tidak bisa membuka data trasparan ke tim lain bagaimana meminimalisir porpoising. Tim harus bisa mencari jalan keluar dari porpoising, tida bisa mengubah setting mobil untuk mengikuti perubahan regulasi," ujar Christian Horner selaku Kepala tim Red Bull Racing.

Sementara Mattia Binotto selaku kepala tim Scuderia Ferrari juga mengungkapkan keberatannya, bahwa arahan teknis adalah untuk memperjelas regulasi, bukan untuk mengubah regulasi yang berakibat pada perubahan kembali atau setting mobil yang berbeda.

Baca juga: Adu Desain Tim Formula 1, Solusi Jadi Tercepat

Red Bull Racing dan Scuderia Ferrari menjadi tim yang menemukan solusi dari porpoising

Tuduhan pun muncul, karena dianggap arahan teknis yang dikeluarkan oleh FIA menguntungkan tim Mercedes-AMG Petronas. Seperti yang kita tahu, tim dengan pembalap Lewis Hamilton dan George Russel tersebut tidak berdaya menghadapi musim ini. Masalah porpoising sering dikeluhkan oleh Hamilton, bahkan membuat juara dunia F1 7 kali itu kesulitan keluar dari dalam kokpit mobil.

Pada akhirnya arahan teknis tidak jadi dikeluarkan pada balapan di Kanada, koflik makin menguat setelah Mercedes-AMG Petronas sudah menambahkan penguat floor di mobilnya, karuan saja hal ini menimbulkan kontroversi.

Tim tersebut dianggap seperti sudah tahu arahan regulasi baru seperti apa, karena tim dengan cepat sudah melakukan update desain dengan penambahan penguat tadi. Tim alpine yang paling keras menyerukan protes, menurut mereka apa yang diakukan FIA menguntungkan tim Mercedes-AMG Petronas.

Tim Alpine menganggap bahwa tim lain belum siap dengan update seperti yang dilakukan Mercedes-AMG Petronas, bisa dengan cepat mengeluarkan update, padahal arahan baru tersebut baru dikeluarkan oleh FIA satu hari jelang latihan bebas di Kanada.

Karena tdak semua tim menyerukan dengan keras perihal porpoising, sayangnya arahan regulasi ini bakalan diterapkan pada balapan di Inggris nanti.

Baca juga: Porpoising Istilah Masalah Baru Mobil F1

Arahan regulasi dari FIA dianggap menguntungkan tim Mercedes-AMG Petronas

Walaupun pada akhirnya penguat floor tambahan tersebut tidak jadi digunakan, hal ini menimbulkan kecurigaan kuat apabila FIA lebih berpihak kepada Mercedes. Red Bull Racing mengeluarkan pendapat jika kegagalan Mercedes musim ini, harus dicari jalan keluarnya, karena desain mobil 2022 di tim lainnya dibuat berdasarkan regulasi baru.

Melakukan perubahan desain bisa menguntungkan tim yang dikepalai oleh Toto Wollf, tudingan jadi makin kuat dari tim-tim F1 apalagi saat ini Red Bull Racing dan Scuderia Ferrari tengah saling bersaing.

Apapun yang terjadi diharapkan tidak akan mengurangi atau mengotori atmosfer persaingan tim F1, dominasi tim Mercedes-AMG Petronas memang sudah tidak terlihat lagi, para penggemar mungkin beberapa senang akan hal ini. Bisa memberikan tontonan F1 menjadi lebih seru dan tidak membosankan.