Mau Bawa Banyak Barang Bawaan Saat Mudik? Perhatikan Sebab Akibatnya!

Mau Bawa Banyak Barang Bawaan Saat Mudik? Perhatikan Sebab Akibatnya! Membawa barang saat mudik sebaiknya tidak berlebihan (Deni/KO)

KabarOto.com - Momen Hari Raya Idul Fitri di Indonesia biasanya sangat identik dengan musim mudik Lebaran. Momen mudik ini sudah menjadi tradisi masyarakat di Tanah Air, yang kerap justru dirindukan.

Sering ditemui para pemudik kerap membawa barang bawaan yang terbilang berlebihan, baik yang menggunakan angkutan umum dan juga kendaraan pribadi, sebagai oleh-oleh untuk kerabat di kampung halaman. Meski terbilang menyulitkan diri sendiri, nyatanya tradisi ini masih kerap kita jumpai.

Khusus pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, yang ingin membawa barang bawaan banyak. Setidaknya harus mempertimbangkan beberapa aspek penting untuk menunjang keselamatan serta kenyamanan ketika berkendara hingga sampai ke tujuan.

Baca juga: Inilah Daftar Tarif Tol Trans Jawa, Termasuk Dari Merak Ke Probolinggo

Salah satu dampak yang paling terasa tentunya ada pada bobot kendaraan yang menjadi semakin berat, alhasil mempengaruhi aerodinamika kendaraan Anda.

"Kalau bawa banyak barang bawaan, pengaruhnya lebih ke bahan bakar, kaya nambah berat jadi bobot mobil juga ikut bertambah," ujar Sutrisno, Mekanik Bengkel diler Auto2000 saat ditemui KabarOto di Jakarta akhir pekan lalu.

Barang bawaan mudik

Lebih jauh Ia pun menambahkan, "Sebaiknya jangan terlalu membawa barang yang berlebihan untuk menunjang kenyamanan juga. Namun yang jelas tidak berdampak kepada mobil limbung, bertambahnya bobot hanya mempengaruhi BBM yang jadi lebih boros," katanya.

Alangkah baiknya, pemudik yang menggunakan mobil pribadi membawa barang sesuai dengan kebutuhan. "Bawa barang seperlunya saja seperti pakaian, makanan dan minuman secukupnya, serta sebaiknya membawa perlengkapan pendukung seperti obat dan lainnya. Pastikan juga kondisi Anda dalam kondisi terbaik sebelum melakukan perjalanan mudik," kata Sutrisno.

Whale Carrier

Penggunaan aksesori jika dibutuhkan

Bila memang kebutuhannya ingin menggunakan barang bawaan berlebih, sebaiknya Anda menggunakan aksesori seperti roof box untuk menunjang perjalanan ketika mudik Lebaran. Meski terbilang aman, namun jika penggunaannya kurang tepat roof box juga bisa membahayakan, lohh!

Bila menggunakan roof box, setidaknya Anda harus mengetahui betul cara menempatkan barang bawaan pada roof box yang terdapat di atap mobil. Penempatan barang pun penyusunannya harus dengan benar, karena atap kendaraan memiliki bobot maksimal juga.

Dede Ardiansyah, Marketing Supervisor PT Sole Indotrade distributor roofbox Whale Carrier menjelaskan, "Rata-rata atap mobil itu mampu menahan beban sekitar 90 kg, lebih dari itu biasanya dia jadi agak dengkok. Jadi kalau ada yang bilang bisa nampung beban roofbox hingga 75 kg itu tidak disarankan," ujarnya.

Baca juga: Mau Pakai Roof Box Buat Mudik? Pahami Dulu Kebutuhannya

Menurut Dede, roof box juga tidak harus diisi penuh, karena menggunakan roofbox Whale Carrier sudah ada pengunci, agar barang tidak terdorong saat terjadi pengereman. Jika barang-barang bersifat lebih lunak sebaiknya berada pada bagian depan roof box sebagai penahan dari gaya dorong hasil pengereman.

"Kalau pakai roof box pengemudi harus memperhatikan kecepatan dalam berkendara. Mengingat saat menggunakan roof box kosong beban kendaraan akan lebih berat sekitar 10-15 kg. Sementara maksimal barang yang bisa ditampung di roof boox itu biasanya dikisaran beban 50 kg," ujarnya.

Roof Box Whale Carrier

Dengan total berat antara 60 hingga 75 kg dalam kondisi roof box terisi penuh, di dalam roof box itu sebaiknya dibagian depan diisi dengan tas atau barang lunak sebagai tumpuan dari gaya dorong yang membuat barang bergeser, saat pengereman terjadi.

Sebagai catatan, roofbox sendiri sejatinya tidak digunakan untuk mengangkut beban berat, namun lebih menampung barang besar yang memakan ruang di kabin, seperti stroller, kursi roda, dan sejumlah barang besar lainnya yang memakan ruang bagasi.

Baca juga: Jelang Lebaran, Whale Carrier Resmi Rilis 3 Produk Baru Di Indonesia

"Jadi alangkah baiknya jika menggunakan roofbox itu mindset-nya diubah, ini bukan untuk bawa barang berat. Karena jika untuk barang berat sendiri tentunya bakal mempersulit kita saat menaikkan ke atap juga. Pasti butuh effort lebih," jelas Dede.

Whale Carrier

Penggunaan Roof Box, tambah Dede, kebanyakan itu untuk bawa oleh-oleh, dengan bau menyengat seperti durian atau salak. Jadi bisa ditaruh di roofbox. "Untuk penataannya itu biasanya paling berat ditaruh di tengah. Jadi dari 100 persen berat 25 persen di depan, 50 persen di tengah dan 25 persen di belakang.

Selain itu, sebelum memutuskan memulai perjalanan pastikan roof box dalam kondisi terkunci, agar barang tidak terjatuh dan bisa membahayakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.