Menguji Toyota Prius PHEV Di Banyuwangi - Tarikan Mantap, Konsumsi Irit  

Menguji Toyota Prius PHEV di Banyuwangi - Tarikan Mantap, Konsumsi Irit   foto: Rio KabarOto

KabarOto.com – Acara journalist test drive menjajal mobil elektrifikasi Toyota, membuat KabarOto puas mencoba berbagai line up mobil hybrid, termasuk plug-in hybrid andalannya, Prius PHEV.

Mendarat di bandara Banyuwangi, Blimbingsari siang hari. KabarOto langsung menuju area makan siang untuk bertemu rombongan jurnalis yang telah sampai duluan.

Tujuan pertama langsung ke Taman Nasional Baluran, untuk sesi foto. Unit yang pertama dicoba adalah Toyota Prius PHEV warna biru metalik. Awalnya, rekan media yang menyetir duluan. KabarOto kebagian duduk sebagai navigator, sekaligus melihat peta perjalanan dan rute.

Baca juga: Test Drive - All New Toyota Camry 2.5 V Dan Hybrid

Garis desain bodinya dibuat seaerodinamis mungkin agar minim hambatan udara

Sekalian saja, eksplor fitur apa saja yang memudahkan penumpang. Paling terasa pertama adalah kabin depan yang lapang, sehingga KabarOto yang berpostur 172 cm dengan bobot 80 kg, mudah mencari posisi duduk ideal.

Enaknya lagi adalah banyaknya storage untuk menyimpan berbagai keperluan sepanjang perjalanan. Cup holder untuk menaruh botol minuman ada di trim pintu, plus masih ada 2 lagi di konsol tengah.

Jok belakang hanya untuk 2 orang, disediakan arm rest dengan cup holder

Pindah duduk di jok belakang pun masih terasa lapang. Terlebih, sudah disediakan cemilan dan minuman ringan pada arm rest tengah, yang juga punya 2 cup holder.

Namun sensasi sesungguhnya ketika gantian menyetir Prius PHEV. Dulu, KabarOto pernah mencoba Prius generasi 2 dengan mesin 1.500 cc, juga Prius generasi 3 bermesin 1.800 cc, tentu keduanya dibantu motor listrik.

Lubang tutup tangki di sisi kanan untuk soket pengisian listrik

Kini Prius PHEV memberikan sesuatu yang berbeda, karena punya nama Plug-in Hybrid, artinya Prius generasi keempat ini bisa disambungkan ke soket listrik eksternal, untuk mengisi ulang data baterainya.

Nuansa dasbor dengan spidometer memanjang, belum terlalu banyak ubahan dengan generasi sebelumnya. Semua informasi tentang mesin lengkap tersaji. Mulai dari konsumsi bahan bakar, jarak tempuh ataupun fungsi hiburan.

Belum lagi, ciri khas nyetir Prius adalah mesti membiasakan adanya batang memanjang ketika melihat spion tengah, saat ingin mengintip belakang. Plus yang unik, tuas transmisi mungil di sisi tengah dasbor, yang bertuliskan posisi gigi mulai dari R, N, D dan B.

Loh, lalu di mana posisi P?

Ternyata untuk parkir, cukup menekan tombol di samping tuas transmisi tersebut. Serunya, mobil listrik pintar ini akan selalu memprioritaskan mesin motor listriknya untuk selalu bekerja, demi meminimalkan emisi dari mesin bensinnya.

Baca juga: Ternyata Segini Biaya Perawatan Toyota C-HR Hybrid

Makanya, diajak cruising dan jalan santai menuju Baluran, KabarOto sempat mencatat angka konsumsi 3,8 liter per 100 km. Alias tiap liter bahan bakarnya sanggup menempuh jarak hingga 26,3 km. Itupun kadang sering mobil diparkir dalam kondisi mesin menyala.

Paling seru saat dari Bedugul menuju Jimbaran, yang rutenya lebih banyak jalan menurun dan datar. Indikator konsumsi Prius PHEV hanya memperlihatkan angka 0,8 L/100 km alias 1 liter bensin dapat menempuh jarak hingga 125 km!

Baca juga: Jajal Mobil Hybrid Toyota Sepanjang Banyuwangi Hingga Bali, Usir Khawatir Pelanggan

Ini disebabkan pada jalan menurun, mesin bensinnya nyaris tak pernah menyala dan Prius PHEV hanya menggunakan motor listrik untuk menggerakkan mobil. Ditambah sistem regenerative braking, yang membuat Prius selalu mengisi ulang daya baterainya pada saat pedal rem diinjak.

Tarikannya terasa mantap, walau sekilas tenaganya tak terlalu besar, di kisaran 121 dk (gabungan mesin bensin dengan motor listrik). Namun yang seru adalah torsi sebesar 250 Nm. Alhasil, injak sedikit pedal gas, tak butuh waktu lama bagi Prius PHEV untuk melesat.